Sabar Indah

Sabar Indah yang saya maksud di sini adalah nama salah satu armada bus. Bus ini terkenal pelan sangat. Armadanya juga tidak bisa dibilang bagus. Benar-benar menguji kesabaran penumpang. Haha. Selama hampir lima tahun saya memperhatikan bus Sabar Indah, saya mendapati bus tersebut mengangkut penumpang yang tidak sampai memenuhi bus. Kecuali di saat bus-bus lain sudah tak muat penumpang, bus Sabar Indah baru penuh bangkunya. Dalam hal ini saya menyimpulkan, bahwa bus Sabar Indah juga menguji kesabaran awak bus. Hehe.

Saya akhirnya memutuskan untuk menuliskan kisah yang menguji kesabaran saya. Sabar dalam arti seharusnya saya tak perlu menuliskan kisah ini. Cukup saya simpan saja. Tapi saya tak kuat menahan hasrat untuk tidak menuliskannya.😛

Sebetulnya saya sadar sih kalau saya menyikapi ujian ini begitu lebay. Tapi ya bagaimana lagi? Begitulah adanya. Satu hal yang bisa saya simpulkan adalah bahwa Allah begitu Maha Kreatif. Ujian yang Ia berikan kepada hamba-Nya. Ujian tersebut bisa dalam berbagai rupa. Termasuk hal yang sebetulnya sangat sederhana, tapi telak memukul. Seperti yang usai saya alami beberapa waktu lalu.

Seseorang menulis di blognya dengan isi seolah-olah ditujukan pada saya. Kenapa seolah-olah? Sebab tidak secara eksplisit menyebut nama seseorang. Namun, beberapa kejadian sebelumnya menguatkan dugaan saya kalau tulisan tersebut ditujukan untuk saya. Sebetulnya sih, sebelum saya menduga saya sudah jatuh tersungkur duluan membaca postingan tersebut. Bisa membayangkannya?

Tulisan yang entah ditujukan untuk siapa sebenarnya oleh si penulis, yang kemudian membuat saya jatuh tersungkur dan terluka untuk waktu yang cukup lama. Lebay kan? Iya! Saya pun berfikir demikian. Haha.

Tak genap satu detik membaca tulisan tersebut, dada saya sesak serentak. Pikiran saya liar ke mana-mana. Sedetik berikutnya butir pertama air mata saya jatuh.😥

Tulisan itu saya rasa menjudge orang yang selama ini balas-berbalas di sosial media dengan orang yang tidak sependapat adalah debat kusir. Apa nggak jleb itu menusuk hati saya? Karena selama ini saya masih melakukan hal tersebut di Twitter. Walaupun saya yakin, selama ini saya hanya membalas seperlunya. Saya tidak pernah kasar, apalagi sampai menghina orang secara personal. Saya pikir, masih ada opini publik yang harus diluruskan ketika saya masih bersedia membalas orang lain. Tidak asal berdebat.

Dan tulisan yang sebut tadi, benar-benar menjatuhkan mental saya. Hiks. Malam itu juga saya memeriksa satu per satu twit saya yang waktu itu jumlahnya sekitar 5.000 twit. Hiks. Itu pun sambil berlinangan air mata. Benar-benar menyesali diri, kenapa saya sampai sebegitunya hina. Menjadi orang debat kusir.

Sosial media saya yang aktif hanya blog life fire dan Twitter. Di blog saya begitu damai. Hanya di Twitter saya balas-berbalas dengan orang. Jika saya dihukumi debat kusir, maka apalah arti niatan baik saya dalam rangka berpartisipasi melawan sesat logika?😥 Apalah arti perjuangan saya melalui tulisan yang sederhana ini kalau hanya dianggap debat kusir? Ya Allah… Saya sangat sedih.😥

Beberapa hari kemudian, kurang lebih dua minggu, saya tidak berani ngetwit. Takut dihukumi debat kusir lagi. Juga, ketika teringat tulisan yang saya maksud itu, di manapun, misal lagi belanja, saya mendadak menangis. Air mata saya jatuh dengan sendirinya tanpa bisa saya tahan. Benar-benar kesedihan yang rasa akibat hal ini melebihi ujian-ujian hidup saya sebelumnya. Seorang sahabat saya juga sampai tidak percaya, kenapa saya bisa jatuh sebegininya dan ternyata disebabkan oleh hal yang sangattttttttt sepele.😐

Sebenarnya, saya sering dibikin sebal bahkan dicaci maki di Twitter. Tapi saya tidak pernah membalasnya dan saya tidak sakit hati sama sekali. Tapi tulisan yang menjatuhkan itu ditulis oleh seorang akhwat yang sudah paham tentang “perang pemikiran”. Koq dia tega menjudge saya seperti itu? Sakitnya tuh di siniii *tunjuk hati*😥

Yeah begitulah. Seharusnya saya bersabar dan sadar kalau ini ujian. Sampai detik ini, luka saya belum sepenuhnya kering. Kadang-kadang masih terasa perihnya. Kadang-kadang air mata juga masih jatuh menetes kala (entah kenapa) tiba-tiba teringat. Masih trauma juga untuk hal-hal tertentu.

Kesimpulan saya sementara ini adalah betapa Allah Maha Kreatif. Ternyata saya pernah mengalami ujian yang begitu menyakitkan bagi saya walau hanya disebabkan oleh hal yang sangat sepele. Hehehe.

Hikmahnya sih, saya jadi lebih berhati-hati memanfaatkan sosial media.🙂

Saya sama sekali tidak menaruh benci, dendam, maupun sakit hati pada penulis. Bagi saya, ia hanya sarana Allah menguji saya. Bahkan kemungkinan besar dia juga tak tau kalau tulisannya telah menjatuhkan orang lain. Hehe. Saat ini saya hanya butuh waktu untuk menyembuhkan luka. Sebagaimana sering saya tulis bahwa waktu adalah obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan luka. Sehingga kelak membuat kita mensyukurinya atau mentertawakannya.😀

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Sabar Indah

  1. Masalahnya, socmed sering kali justru memperkeruh bukan mencerahkan. Baiknya sewajarnya sajalah saat bersocmed ria… sabar ya mba🙂

  2. xrismantos says:

    Makanya itu saya ngga pernah serius2 amat di sosial media. Pernah sesekalinya serius posting di facebook, banyak orang kesindir. Tapi banyak juga yg nge-like wkwkwk kapok deh.

  3. winnymarch says:

    sabar Dyah pok pok jangan diambil hati, cuwek saja

  4. Nanung Zula says:

    aku sendiri merawat lebih dari 10 fb-ku bukan untuk ikutan berpendapat, cuman ngikutin arah dan alur emosi masa aja, BTW sabar ya Bu

    AKU PERGI DULU SAYANG, MUNGKIN KU TAKKAN KEMBALI

    .

  5. Pingback: Nasib Tragis Pengadu Domba | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s