Intoleran Yang Tertukar

Bismillahirrohmanirahim.

Publik tiba-tiba diramaikan dengan berita tentang Ahok yang selama tiga tahun katanya membayar pajak di kampung halamannya (Belitung Timur). Padahal sependek pengetahuan saya, PPh ya dibayar di mana orang itu tinggal. CMIIW.

Lebih lucu lagi, Ahok ngeles kalau kalau perbuatannya itu untuk membantu penerimaan pajak kampung halamannya. Di sini saya menangkap sinyal framing media: Ahok peduli dengan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dia membayar pajak di daerah asalnya.

Selain itu media juga media juga memberitakan bahwa Ahok akan melunasi tunggakan pajaknya selama tiga tahun tersebut. Nah di sini saya menangkap signal framing media untuk mencitrakan Ahok adalah orang yang sangat taat pajak sehingga dia rela melunasi tunggakan pajaknya selama tiga tahun. Bisa jadi, media hendak men-spin dari sebuah kesalahan menjadi prestasi yang membanggakan. Wallahhu’alam, itu adalah persepsi yang saya tangkap dari membaca berita yang disajikan media.

Sayangnya, sebelum nettizen terpapar signal framing media seperti yang saya tangkap, publik sudah banyak yang sadar akan kesalahan awal yang diangkat. Publik yang sadar pun bersuara. Mereka berusaha memberi informasi pembanding. Ramailah TL saya.

Dan yang teramat menggelikan adalah respon seorang kandidat doktor University of Pennsylvania. Dia bernama Ahmad Sahal. Melalui akun Twitter-nya yang berfolower puluhan ribu, dia ngetwit pencerahan bahwa orang yang mengatakan apa adanya tentang Ahok (maupun Jokowi) adalah kaum Intoleran pemuja fitnah. Nyiahahaha, saya ngakak sampai kejedot tipi! (kok bisa sampai kejedot tipi?😛 )

Jadi begini. Intoleran adalah lawan kata dari kata toleran. Arti kata toleran (berdasarkan pelajaran PPKn waktu SMA, kalau googling nanti dituduh modal google doank😛 ) adalah membiarkan atau tidak menghalang-halangi orang lain menjalankan ibadah atau perintah agamanya. Contoh: orang Islam membiarkan orang nonmuslim merayakan hari besar maupun ibadahnya tanpa mengganggu. Muslimah dibiarkan memakai jilbab tanpa dinyinyirin. Masih banyak lagi lainnya.

Maka secara sederhana, Intoleran adalah tidak toleran. Artinya tidak membiarkan orang lain menjalankan perintah agamanya dengan tenang. Atau menghalang-halangi orang melaksanakan ibadah atau perintah agamanya.

Contohnya: Kristen di Tolikara yang melarang muslim merayakan idul fitri sampai-sampai masjidnya dibakar tepat di hari raya. (Tapi kok #mereka ndak ada yang teriak Intoleran ya waktu itu?). Contoh lagi. Muslim diperintahkan oleh Allah untuk tidak memilih pemimpin nonmuslim. Nah, orang yang menghalang-halangi muslim menjalankan perintah Allah agar tidak memilih pemimpin nonmuslim, inilah sejatinya contoh sikap Intoleran. Dia tidak membiarkan orang muslim menjalankan perintah agamanya dengan baik kan?

Di sana lah konyolnya. Apa hubungan antara mengkritik Ahok (padahal tepatnya hanya menyampaikan fakta kinerja Ahok) dengan Intoleran? Apakah Intoleran saat ini telah berganti makna menjadi: menghalang-halangi orang yang memuja Ahok?

Mungkin sudah jamannya seperti sinetron serba ditukar jadilah Intoleran yang tertukar. “Wallahhu’alam. *Meniru gaya #mereka tiap kali usai kultwit pencerahan. *eh?😀

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Intoleran Yang Tertukar

  1. Intoleran itu … juga menolak spin media tentang Ahok. #terSahal

  2. mysukmana says:

    Ada ada istilahnya intoletan..

  3. Strip-IT says:

    Orang2 Jakarta mencintai Ahok, tapi Ahok sendiri lebih mencintai kampungnya😆

    framing media kena framingnya sendiri, wkwkwkw geloooo

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s