Tujuh Wisata Dalam Sehari di Karanganyar

Kamis, 24 September 2015 akhirnya terputuskan perjalanan ke Karanganyar. Setelah sekian lamaaaaaaaaaaaaaa saya tidak mbolang gegara (lagi-lagi) sibuk PBDT. *lap kringet* (padahal aslinya juga tetep keluyuran sih 😁 PBDT dijadikan kambing hitam 😝)

Waktu itu saya pergi bersama Dianne. Dianne dari Purwokerto. Lepas sholat id kami berangkat dan ketemu di terminal Tirtonadi atau terminal Solo sekitar ashar. Kami lanjut perjalanan menuju Karangpandan dengan bus jurusan Tawangmangu. Lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan tarif 7.500 per orang (per 24 September 2015). Setelah tiba di Karangpandan kami dijemput. Siapa yang menjemput? Yaitu menantu dan anak dari Pak Tarto. Caretaker villanya Mr. Edwin.🙂

Sesuatu yang benar-benar tidak bisa diukur nilainya ketika saya yang sama sekali belum pernah bertemu dengan Mr. Edwin, lalu dengan tanpa malu saya numpang di villa beliau. Bawa teman pulak. 🙈 Pakai dijemput segala. Full service deh. Pokoknya cuma bisa bilang makasih buat Pak Tarto dan Mr. Edwin.🙂

Selepas magrib kami baru tiba di villa. Villanya terletak di puncak sebuah bukit. Halamannya luas. Habis isya’ kami bikin api unggun di halaman. Esok hari, baru kami seharian kelayapan. Kami memakai motor pak Tarto untuk keliling. Jalanan menanjak curam lho. Dan Dianne (juga saya😛 ) mendadak jadi begitu lihai mengendarai motor di jalanan semenakutkan itu. 😆

Pemandangan sepanjang jalan sangat-sangat indah. Melihat kegagahan gunung Lawu, puluhan bukit yang kami lewati, hijau daun teh dan pepohonan, rumah-rumah penduduk yang terlihat bertingkat-tingkat. Ah semuanya, indah sekali. Maha Karya Seni Terindah ciptaan Tuhan. Siapakah yang mampu menandinginya?.

Tujuan pertama kami ke candi Ceto. Tiket masuk hanya tiga ribu rupiah per orang. Dan setiap pengunjung diwajibkan memakai kain hitam putih dengan infak seikhlasnya.

image

Baru saja memasuki Candi Ceto

Usai dari candi Ceto, kami menuju air terjun Parang Ijo. Tempat ini tergolong baru. Tiket masuk juga hanya tiga ribu rupiah per orang.

image

Di lokasi sekitar air terjun Parang Ijo

Wisata ketiga adalah kami menuju Candi Sukuh. Tiket sama. Tiga ribu per orang. Dan dua ribu untuk sewa kain hitam putih. Sayang sekali, waktu itu candi Sukuh sedang dipugar.😦

image

Di Candi Sukuh yang sedang dipugar. Kebetulan sedang ada pengambilan gambar yang disutradarai Garin Nugraha

Tujuan selanjutnya atau wisata yang keempat adalah air terjun Jumog. Tiket masuk sama, tiga ribu rupiah per orang. Untuk sampai ke air terjun Jumog perlu menuruni anak tangga sebanyak 116 (katanya). Berarti untuk kembali ke atas, kami juga menaiki sebanyak 116 anak tangga.

image

Air terjun Jumog

Jika kita ke daerah kaki gunung Lawu yang mana di sana ada perkebunan teh, sangat tidak afdhol kalau tidak mampir ke rumah teh. Waktu itu kami bertemu pelancong dari Jakarta. Kata dia, yang rumah teh yang terkenal adalah Ndoro Donker. Kami ke sana. Dulu saat saya main dengan mbak Maya, kami ke rumah teh Bale Branti. Dan menurut saya lebih enak di Bale Branti yang desain tempatnya lebih kuno. (itu cuma soal selera)

Kami tidak sempat mejeng narsis di rumah teh sebab harus mengejar sunset. Dan demi foto di sana, esok hari saat kami kembali, kami sempatkan mampir rumah teh hanya untuk berfoto.😛 Makanya jilbab kami sudah tak merah lagi saat foto di rumah teh. *info tidak penting*

image

Di rumah teh Ndoro Donker

Kami tidak berlama-lama di rumah teh. Karena kami harus mendapat sunset dari kebun teh sebagai wisata yang keenam. Di sini gratis. Tinggal pilih mau melihat dari mana. MasyaAllah keren tempatnya. (bukan senja-nya ya? Sebab senja di manapun selalu memukau saya ;))

image

Menikmati senja di kebun teh

Setelah puas dan hari menjadi gelap, kami pun pulang. Saat menuju rumah pak Tarto kami kesasar. Waktu itu saya yang nyetir motor. Ya iyalah kesasar! Apalagi saya berbakat nyasar. 😂 Keliling bukit di kegelapan malam adalah wisata yang ketujuh. Kelap kelip lampu penduduk yang terlihat bagai bintang yang dipindah. Yang seperti itu tidak ada di kota lho.😛

Banyak sekali hal-hal indah (seringnya sih konyol) yang sulit dituliskan saat mbolang. Sesuatu yang akan Anda rasakan jika Anda melakukannya sendiri. :p Di setiap tempat wisata yang kami kunjungi menyimpan kisahnya masing-masing. Bisa jadi tulisan tersendiri di setiap kisah. Bahkan di setiap ruas jalan, ada episodenya tersendiri.🙂

Maaf ya fotonya tidak banyak. Karena foto-foto ada di kamera. Ini yang ada di handphone saya aja. Dan maaf juga tidak ada info soal wisata kuliner. Sebab selama di sana kami sudah dijamu oleh keluarga Pak Tarto.😉 *pamer*

Cuman jadi ada yang agak tragis. Sepulang dari Karanganyar, saya makan daging sampai overdosis. Sampai akhirnya saya muntah-muntah. Ditambah juga agak masuk angin karena usai dari perjalanan jauh. Minggu sore saya ke dokter sekalian memeriksakan batuk yang sudah berumur tiga minggu. Dua minggu kemudian (tepatnya kemarin sore), saya kembali ke klinik tempat saya periksa waktu itu karena batuk saya masih menyiksa. Dokter melihat rekam medis saya dan melihat catatan “muntah”. Maka untuk menjawab pertanyaannya, saya jawab dengan sederhana, “Oh iya dok, waktu itu saya muntah karena masuk angin, habis naik gunung.”

Wakakakak. Bukan naik gunung, padahal cuma ke tujuh tempat wisata dalam sehari di Karanganyar alias main nggak jelas. Maaf ya dok… 😂

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged . Bookmark the permalink.

7 Responses to Tujuh Wisata Dalam Sehari di Karanganyar

  1. Walah udah mbolang kemana2 ternyata, aku yang tetanggaan sama Kraanganyar aja justru baru grojogan sewu yg udah pernah disambangi… kalo mbolang ke Solo lg mampir tempatku mba, paling tidak ada 4 air terjun dekat kampungku..

  2. jampang says:

    jilbabnya merah….. euy

  3. bicara says:

    kebetulan jadi ‘bagian’ dari filmnya Garin nugraha dengan pemandangan yang wow, great mba

  4. pitaloka89 says:

    mira udah lama ga motoran jauh selain ke kantor. Hehe…
    Seru juga tuh touringnya… wanita gagah perkasa #eh…

  5. Sekar says:

    warna tas sama jaketnya keren mbak *pindahfokus*

  6. winnymarch says:

    kalau candi sukuh itu agak agak ya Dyah ahhaha

  7. mawi wijna says:

    Yah, Parang Ijonya nggak ada fotonya😦

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s