Untung Terus

Menjadi muslim adalah keberuntungan yang tidak ada bandingannya. Bagaimana tidak? Sebab seorang muslim akan selalu punya alasan untuk bersabar dan bersyukur dalam setiap ujian ataupun musibah yang dialaminya. Apabila bersabar, pahala dari Allah. Dan jika mampu bersyukur dalam musibah, Allah akan menambah nikmatnya. Kurang apalagi?

Pada tanggal 11 oktober kemarin saya mengalami kecelakaan lalu lintas (lagi). Semoga sudah cukup dan itu menjadi yang terakhir kalinya. Aamin…

Waktu itu di depan pasar. Sehingga lalu lintas kendaraan padat namun relatif pelan. Cuma orang yang tidak paham sopan santun saja yang ngebut di wilayah pasar. Saya hendak belok kanan. Saya sudah jauh-jauh pasang riting sambil melihat dari spion untuk memastikan keadaan aman. Saya lihat aman. Tiba-tiba ada orang berteriak di samping saya, “Mbak mbak mbaaaaak?” Lalu sepersekian detik kemudian kaki saya ditabrak orang di samping saya lalu yang menabrak saya jatuh. Alhamdulillah, si ibu yang jatuh langsung bangkit lagi dan tidak apa-apa. Semoga tidak mengalami luka tersembunyi atau yang menurut istilah medis disebut trauma. Sakit yang baru akan terasa beberapa waktu yang akan datang, misal setahun.

Sementara saya masih kokoh duduk di motor. Tidak sampai jatuh walau saya yang ditabrak. Cuma betis saya saja yang gosong dan memar. Ditambah kaos kaki saya yang koyak. Terbayang kalau saya tidak pakai kaos kaki. Alhamdulillah “cuma” luka segitu. #bersyukur.

Lalu saya cerita pada teman perihal kecelakaan yang tadi saya alami. Dia menjawab, “Siapa tau Allah menyelamatkan dirimu dari kecelakaan yang lebih besar di depan. Sehingga ditahan dengan kecelakaan itu.”

Iya. Alhamdulillah. Saya makin bersyukur. Muslim mah untung terus.🙂

Lalu awal pekan kemarin. Saya sedang menuju sebuah kantor. Kantor itu menghadap jalan raya yang menghubungkan Surabaya-Jakarta alias jalur pantura. Ramai minta ampun.

Turun dari angkot, setelah menyeberang jalur kanan, saya berhenti di separator jalan. Lalu akan melanjutkan menyeberang jalur kiri. Kebetulan sekali, di pom bensin sebelum kantor yang akan saya kunjungi, baru saja ada mobil yang putar balik. Sehingga jalan benar-benar sepi tertahan mobil putar balik tersebut.

Saat saya mau melangkah, entah kenapa, seperti ada yang memegang kaki saya. Saya langsung jatuh brug begitu saja di jalan raya.😦

Untung sepi. Jadi saya tidak disantap kendaraan di jalur kiri. Untung lagi, saya refleks langsung berdiri. Alhamdulillah.

Lalu saya cerita pada teman perihal saya jatuh. Teman yang lain lagi. Dan dia menjawab, “Coba diingat-ingat lagi mikir apa? Atau jangan2 tangan malaikat yg menghalangimu melangkah untuk menghindari musibah.”

Alhamdulillah. Benar, kita tak pernah tau kan rahasia itu? Lagi-lagi, jadi muslim itu untung terus.🙂

Coba kalau orang musyrik? Mungkin dia akan berpikir yang pegang adalah arwah penasaran korban tabrak lari. Atau kalau misal orang agnostik? Kena musibah “janggal” seperti saya kemarin entah bakal ngomel menyalahkan Tuhan kayak apa. Naudzubillah.

Bersyukurlah muslim, selalu untung.🙂

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Untung Terus

  1. jampang says:

    alhamdulillah…. alhamdulillah

  2. winnymarch says:

    postive thingking salut dyah

  3. Bener juga ya mbak :3 dalam hal ini, untung dalam hal bersyukur dan positif thinking :))

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s