Terlambat Menyatakan Cinta

Cie judulnya cieee *uhuks (apaan coba?)

Hari Minggu kemarin saya kembali melakukan perjalanan. Naik bis AC. Akan tetapi di bus masih ada orang yang merokok. Saya duduk di bangku depan. Sementara si perokok ada di bangku paling belakang. Suara saya tak mungkin menjangkaunya. Seharusnya sih kalau saya konsisten, saya datangi tuh orang dan saya bilangin agar tidak merokok di bis AC. Tapi kemarin saya sedang tidak terlalu bersemangat. Haha.

Lalu tak lama kemudian ada lagi orang yang merokok. Dia duduk di bangku paling depan. Orangnya berusia sekitar separuh baya. Saya duga, sebelahnya telah memberi pengertian sehingga si perokok pindah di bangku tambahan samping kernet. Tapi kan tetap saja asapnya ke dalam? Dan lagi, saya memilih diam. Hufh. Padahal diam terhadap kemungkaran adalah sebuah kejahatan. Hiks.

Ternyata si perokok turun di tempat yang sama dengan saya turun. Saya telah melangkah menuju angkot. Akan tetapi, melihat si  bapak di samping tiang listrik, saya berbalik arah. Saya dekati dia dan saya sampaikan kalimat cinta.

Dy: Pak. Besok lagi kalau njenengan naik bis yang ada tulisan ase-nya, tolong jangan merokok. Hormati penumpang lain pak. Tolong diingat-ingat.

Bapak: sopirnya kan merokok juga mbak?

Dy:  sopir kan yang bawa kita Pak. Lha bapak siapa?! Sama-sama penumpang pak. Kasihan penumpang lainnya kena asap bapak.

Begitulah. Meski terlambat, akhirnya saya tetap menyatakan cinta (baca: mengomelinya dalam bahasa krama inggil) pada si bapak. Semoga berguna di lain kesempatan. Aamiin.

Selain itu. Di perjalanan kemarin juga ada satu lagi yang menarik. Penumpang yang duduk satu bangku dengan saya. Kondektur luput menarik ongkos pada si penumpang. Dan si penumpang memasukkan kembali uangnya ke dalam tas. Ya sallam! Masih ada ternyata yang seperti itu.

Dan mungkin karena dulu waktu kecil saya suka mengikuti film Power Ranger, sehingga saya merasa bahwa saya adalah salah satu Ranger! Ranger pink! (Gubrak!) Saya selalu menginginkan dunia ini damai dan penuh kejujuran. Sehingga saya merasa bertanggungjawab atas ketidakadilan yang terjadi pada kondektur oleh penumpang di sebelah saya! (?)

Maka, ketika pak kondektur kembali ke depan menarik ongkos, saya siap beraksi. Begitu kondektur sampai di samping saya, saya menjawil lengannya dan saat dia menengok, saya tunjukkan orang di sebelah saya. Lalu saya juga menjawil lengan sebelah saya dan seolah memberi tahu saatnya dia membayar.🙂

Keluarlah uang yang tadi sudah masuk di tas. Tugas saya sebagai Ranger bisa tertunaikan dengan sempurna. Zihaaa (?)

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

11 Responses to Terlambat Menyatakan Cinta

  1. Kesimpulannya… selama ada Ranger, gak ada kata terlambat. #LoveSpeech

  2. jampang says:

    jadi mbak jatuh cinta dengan perokok itu?

  3. Dy gimana si biar ‘nahi munkar’-nya jalan. Mbak Ran suka takut e kalau mau negur orang, apalagi laki-laki yang penampakannya kurang bersahabat.

  4. rizzaumami says:

    Ciye mbak Dyah jadi pahlawan kebenaran! *salam kenal, btw*

  5. anis says:

    uhukk, uhuuk
    ranger pink?, karma pink berlaku lagi *cihaaa

  6. shiq4 says:

    Kalo saya pasti nggak berani deh seperti mbaknya ha ha ha

  7. Pingback: Ranger Pink Kumat | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s