Puas

Bulan Syawal dia datang dengan sedikit cerita yang menyentuh hati. Menarik untuk dikenang, meski sejujurnya sangatlah sederhana. Dia malu-malu. Bersembunyi di balik pohon randu. Hilir mudik berlari ke sekitar pohon nangka yang telah roboh bertahun-tahun yang lalu namun masih punya umur hingga saat ini.

Tiga hari berlalu. Hingga lelaki tua pemilik pohon randu memanggilnya. Hidupnya berubah mulai saat itu. Juga keluarga yang ia berteduh di bawah atap rumahnya.

Dia diberi nama: Cipuf. Meski kadang dipanggil Cipus.

Dulu sekali, aku pernah mendengar dan menyaksikan tetanggaku menceritakan betapa luar biasa kucing yang dia pelihara. Itu sangatlah lebay menurutku. Sangat-sangat lebay! Tapi setelah melihat Cipuf, kini aku tau, bahwa tetanggaku dulu tidaklah se-lebay yang aku pikirkan.

Ibu Sari: Cipuf?

Cipuf: Mioung.

Ibu Sari: Kamu sedang apa?

Cipuf: Mioung.

Ibu Sari: Kamu dari mana?

Cipuf: Mioung.

Ibu Sari: Kamu mau ke mana?

Cipuf: Mioung.

Ibu Sari: Kamu lapar?

Cipuf: Mioung.

Ibu Sari: Kamu mau makan?

Cipuf: Mioung.

Ibu Sari: Kamu sudah kenyang?

Cipuf: Mioung.

Ibu Sari puas.

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Puas

  1. Namanya lucunya ya… Cipuf🙂

  2. Leli says:

    hehe dia menjawab semua pertanyaan yah ^^

  3. rekan bu humas says:

    miouw jg miouw

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s