Scindet:

Hidup kadang tidak sesederhana penulisannya yang hanya terdiri dari lima huruf. Multidimensi. Tentu, kali ini jangan berharap saya akan menulis sesuatu yang serius tentang hidup. Haha.

Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menikmati maupun meratapi bagaimana dia hidup. Kala susah mendera, kala hati terluka, kala jiwa tak berdaya, bahkan ketika galau melanda. *anak muda banget itu galau?* Galau, tak selamanya hanya soal cinta sepasang mudi-muda. Saya dengan keyakinan penuh mempercayai bahwa banyak orang di balik meja kerjanya, di atas tempat tidurnya, bahkan di atas sajadahnya sedang menangis karena galau. Dan bukan galau karena cinta. Sebut saja mereka adalah para ayah yang galau dengan kondisi ekonomi yang makin tak tentu. Juga orang-orang galau yang merasa tidak aman membesarkan anak-anak mereka di tengah wabah sesat-logika seperti sekarang. Sesuatu yang benar bisa dianggap salah. Yang salah bisa dibenarkan. Yang benar bisa dicaci-maki. Yang salah bisa dibela setengah mati. Lihat saja bagaimana para pegiat pernikahan sesama jenis? Hufh pucing pala berbi!

Kembali soal seni menikmati galau. Eh, maksud saya adalah bagaimana kita menjadikan galau menyenangkan. *lho kok?*

Jadi begini. Ada banyak cara mengatasi kegalauan. Ada orang yang menyelesaikannya di atas meja makan. Ada yang menyelesaikannya di pasar tradisional. Ada yang menyelesaikannya di tepi laut. Yang paling keren (menurut versi saya) adalah yang menyelesaikannya di atas hamparan sajadah bersama kemesraan dengan kalam-Nya.

Sementara bagi saya pribadi, ada dua pilihan untuk mengatasi kegalauan. Menulis dan menangis. Hiyaaa. Menulis itu melegakan hati. Saya telah membuktikan berkali-kali. Usai menulis, hati menjadi lega. Entah bagaimana penjelasan secara ilmiahnya, saya tidak mau repot memikirkan hal itu. Jujur, kali ini banyak sekali yang saya galaukan. Terutama tentang nasib anak-anak negeri ini. *sok iye* Lebih tepatnya mungkin nasib anak saya kelak. Padahal bapaknya aja belum ketemu ye?😄

Tapi ya itu tadi. Saking banyaknya jadi saya bingung mau nulis yang mana dulu. Dan taukah? Semakin banyak yang ingin ditulis, semakin pusing mau nulis yang mana dulu, maka yang terjadi justru saya semakin galau! Haiyaaa!

Sementara itu, dari dimensi lain, ada hal-hal yang tak bisa dituliskan. Pun, tidak akan selesai dengan menangis. Tapi apa daya. Hanya itu yang bisa saya lakukan. Ada hal-hal yang sulit didefinisikan yang membuat hati ini sangat rapuh. Memicu air mata mengambang di pelupuk mata siap terjun ke pipi. Ah, terkadang saya ingin menyerah. Saya merasa sudah lelah. Akan tetapi, ada satu pertanyaan yang akan selalu membersamai, meski diri ini telah lelah. Bahkan mengibarkan bendera putih, menyerah.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوٓا أَنْ يَقُولُوٓا ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?
[QS. Al-‘Ankabut: Ayat 2]

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo. Bookmark the permalink.

5 Responses to Scindet:

  1. Terus sekarang udah lega? habis curhat begini😛

  2. jampang says:

    saya mau komen juga jadi ikutan bingung. sebab tidak semua hal harus dikomentarin😀

  3. winnymarlina says:

    siin dyah tak kasih pinjam bahu

  4. sunarno says:

    galau menyelesaikannya di atas hamparan sajadah, itu sepertinya yang paling indah

  5. keep posting ya, artikelnya menarik untuk dibaca. Salam dari blogger newbie

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s