Dia Dekat

Prolog.

Saya insyaAllah bukanlah tipe orang yang mengidap ‘gadget freak’ atau apalah istilahnya. Sosial media yang saya miliki dan kelola hanyalah blog, Twitter, dan WhatsApp (WhatsApp ini pakai nomer khusus. Jadi hanya orang-orang yang terpilih saja yang beruntung memilikinya (?) ). Saya punya akun BBM juga. Tetapi itu hanya untuk ikut grup teman-teman SMP. Jadi setiap ada yang mengajak berteman, langsung saya tolak dan blokir untuk undangan selanjutnya. Hahaha *ketawa jahat*

Khusus untuk WhatsApp, saya seringnya hanya membaca yang nampak di layar saja. Jika pesan sudah tidak nampak di layar, artinya sudah di urutan ke sekian, saya hampir mustahil meng-scroll. Sebab sudah terlanjur banyak pesan menumpuk dan saya sudah terlanjur bingung. Mau beres-beres belum sempat. Hiyaaaa? O_O
Biasanya orang baru ketahuan me-WhatsApp saya ketika saya membutuhkan dia lalu saya cari namanya baru setelah saya masuk chatroom dengannya, ketahuan dia mengirim pesan untuk saya. Hiks. Maafkan saya.😐

image

Beberapa hari yang lalu, saya membaca status teman. Bunyinya: “usia boleh sama, pencapaian bisa berbeda”. Saya mencoba mengoreksi diri. Betapa saya masih begini-begini saja. Pencapaian saya sama sekali sangat rendah dibandingkan dengan teman-teman yang seusia saya. Hiks. Ya Allah ampunilah saya.😥

Saya sempat curhat *halah* pada seorang teman. Beliau dengan bijak menyuruh saya menengok ke luar pagar. Bahwa di sana juga masih banyak yang bahkan belum mengenal Rabb-nya. Tapi saya tidak bergeming. Saya tetap envy pada teman-teman yang pencapaiannya jauh lebih baik dari saya. Saya tetap sedih. Teman saya tidak lagi melanjutkan.

Ternyata Allah begitu baik. Dia begitu dekat. Saya menjadi member ustadz Syarif Baraja. Beliau setiap hari mengirim tausiah. Anda juga bisa mendaftarkan nomer WhatsApp Anda ke nomer 0813-2913-6655 untuk mendapat broadcast bermanfaat dari beliau.

Bukan kebetulan, ketika beliau ustadz Syarif Baraja mengirim broadcast dan masih terpampang di layar. Sehingga saya langsung membacanya. Begini isinya:

Kenapa baru sekarang? Kenapa tidak dari dulu-dulu?

Mungkin pertanyaan ini pernah terdetik dalam hati kita, atau kita pernah bertanya kepada orang lain. Intinya adalah kita berharap peristiwa yang terjadi sekarang bukan terjadi sekarang, tapi di masa lalu.

Ingat, yang mengatur semuanya adalah Allah. Bisa jadi kita berharap perisitiwa itu terjadi dulu, tapi Allah yang lebih tahu dan menghendaki terjadi peristiwa itu sekarang.

Jangan menghujat keputusan Allah.

Mari bersikap optimis kepada Allah.

Ya Allah… Isinya pas bangetttt dengan yang saya rasakan. 😭 😭 😭

Ya Allah Engkau begitu baik. Maafkan hamba yang masih begini-begini saja. Aaminn. 😭 😭 😭

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Dia Dekat

  1. jampang says:

    ya, semua yang terjadi atas izin dan kehendaknya

  2. lazione budy says:

    berusaha untuk tak sering sering pegang hp, tapi nyatanya susah sekali.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s