Sepertinya Masih

Kulihat kakinya teramat berat untuk melangkah.
Dia masih membatu tertancap seperti hatinya yang tertinggal.
Kutawarkan padanya beberapa pilihan di ujung situ.
Namun dia diam tak bergeming.
Aku kah yang salah meminta atau dia kah yang lupa cara melangkah?
Ataukah karena dia masih menyimpan rasa untukmu?
Sepertinya masih.

cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in puisi and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Sepertinya Masih

  1. jampang says:

    kalau begitu…. ketiganya saja bersatu😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s