Lupa

Ada hal yang begitu mendasar yang tetiba saya lupakan begitu saja. Lupa dengan sebenar-benarnya lupa. Hingga saya keder seperti orang gila. Haha. Dan semuanya berakhir begitu saya sadar bahwa saya sedang lupa. Iya, lupa.

Lupa telah merubah saya. Mengganggu konsentrasi saya. Mempengaruhi kesehatan saya. Bahkan itu terjadi selama berbulan-bulan. Tepatnya sekitar enam bulan. Selama itu saya kehilangan banyak hal. Ya tapi bisa dibilang dengan itu saya belajar. 

Dan segalanya berakhir begitu saja dengan percakapan singkat dengan seorang teman. Beliau membuat saya sadar. Bahwa selama ini saya melupakan satu prinsip paling mendasar. Maka, saya memutuskan untuk melepaskan. Merelakan. Dan itu sungguh-sungguh jauh lebih baik. InsyaAllah.

*catatan untuk mengingat tanggal 14 Juli 2016. Tentang makna sebuah ‘lupa’.

Cheers ^_^
Dyah Sujiati  

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others. Bookmark the permalink.

8 Responses to Lupa

  1. winnymarlina says:

    Faktor U kali Dyah

  2. Bunda Sinar says:

    Dengan saya lupa gak, Dyah..?

  3. cumilebay says:

    Aku juhga sering lupa
    lupa kalo jomblo hua hua

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s