Last Minute Person [2]

Dulu, ketika jaman kuliah, misalkan ada tugas yang diberikan pada hari Jumat dan diminta untuk dikumpulkan pada hari Jumat depan, artinya ada rentang waktu seminggu untuk mengerjakan, maka saya akan mengerjakan tugas tersebut paling cepat di hari Kamis. Itupun sangat jarang. Seringnya ya hari Jumat. 😁  

Pihak yang dirugikan adalah jika ada tugas kelompok. Teman-teman sekelompok pastilah protes. Mereka berasa diajak senam jantung. Berpacu dengan waktu. But in the end, we did exam well. So, pada kesempatan tugas kelompok berikutnya masih ada yang ikhlas menerima saya sebagai anggota meski dengan terpaksa. Hahaha. Paling kepentok, mereka yang siapkan semua bahan dan saya tinggal presentasi. Ziha! 😁

Jika jadwal kuliah pertama adalah jam n, maka jam n itu biasanya saya baru berangkat dari kost atau tempat di mana saya berada. Larangan masuk ruang kelas adalah jam n lebih 15 menit. Dan saya selalu tiba di ruangan nyaris di menit terakhir toleransi keterlambatan. 😁 Sehingga saya selalu duduk di bangku yang paling depan! Terus saya bergaya macam anak yang paling rajin sehingga duduk di bangku terdepan. 🙊

But in another case, ketika saya janjian dengan orang, atau dituntut untuk datang tepat waktu, Alhamdulillah saya masih bisa menunaikannya. Yeah, seperti dapat dengan mudah diduga, di menit-menit terakhir itulah saya datang. 😁

Seperti halnya pagi ini. Saya janjian dengan kakak saya di terminal Bungurasih jam 6.30 am. Jam 4 am kakak saya sudah berangkat dari Bojonegoro. ETA Bungurasih about 2 hours 30 minutes. Dia -kakak saya- akan sangat tepat waktu jika tiada arang melintang. Sementara perjalanan saya dari kost teman sampai Bungurasih adalah sekitar 30 menit jika tidak macet. Jadi seharusnya jam 6 am saya sudah keluar kost.

Namun entah karena apa, tidak ada apologi apapun yang dapat diterima, jam 6 lewat saya baru mau mandi! Hiyaaa! Mungkin saya sudah tak lagi masuk kategori ‘last minute person’, but over it.😦 Dan tepat jam 6.30 am sy baru keluar kost.😐

Saya tidak berani membuka hp. Takut kalau ada puluhan misscall dari kakak saya yang mungkin sudah jamuran di Bungurasih. Ternyata? Saat saya akan menyeberang jembatan penyeberangan depan pintu keluar terminal, kakak saya sms. Mengabarkan bahwa ia baru saja sampai gerbang tol Loak! Zihaaa! I am ontime to meet her eventually! Qiqiqi.

Tapi tidak selamanya menjadi last minute person berakhir dengan happy ending. Seperti kejadian di Hari Raya Idul Adha yang lalu. Ibu berangkat sangat awal dan nge-cup tempat untuk saya dan Mbak Maya. Jam 5 lewat ibu sudah berangkat.

Saya pikir sholat id akan dimulai jam setengah 7. Jam 6 kurang 15 saya baru mau masuk kamar mandi. Sementara Mbak Maya masih sarapan. Begitu saya masuk, saya dengar calon imam (?) membacakan lafal niat sholat id. Artinya? Beberapa detik ke depan, sholat id dimulai! Tidaaak! Saya keluar lagi! Saya beritahu mbak Maya agar dia berangkat duluan. Mbak Maya langsung lari. Dan saya masih sempat meminta dia meninggalkan uang untuk infak. Karena waktu itu uang saya sedang habis-bis-bis-bis!

Saya lanjut ke kamar mandi dan menyelesaikan yang harus diselesaikan. Lalu lari sekuat tenaga menuju masjid yang berjarak 150 meter dengan jalan menanjak! Dan akhirnya saya masbuk sholat id tinggal satu rakaat! -dengan nafas terengah-engah-. Hadeh! 🙈

Its okey saya masih kebagian sholat. Tapi ada hal yang terjadi setelah itu. Ibu saya ngamuk, Sodara-sodara! Beliau muntab pada saya yang terlambat padahal beliau sudah nge-cup tempat untuk kami. Dan keterlambatan kami adalah hal yang sangat tidak bisa dimaafkan. Kami tidak punya alasan apapun yang dapat diterima. :-(

Soal apologi inilah, sebetulnya yang mendasari kenapa saya menulis artikel ini. Jadi sepanjang itu hanya prolog? Oo tidak, tenang saja. Sejujurnya, seperti biasa, ada banyak tagihan sekaligus ada banyak request tulisan di samping saya sendiri juga ingin menulis banyak hal. Tapi entah mengapa, saya belum bisa mengerjakan hal-hal itu. Saya tidak boleh selalu berapologi. Jadilah saya menggeje saja seperti ini! Sambil duduk di dalam bus Patas Hafana dari Bungurasih menuju Kota Malang.

Cheers ^_^
Dyah Sujiati


About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others and tagged . Bookmark the permalink.

9 Responses to Last Minute Person [2]

  1. mysukmana says:

    Mbk satu sini penganut paham sks ya hahaa

  2. winnymarlina says:

    sistem kebut semalam yee

  3. maya says:

    Klo inget jd senyum2 sndri sambil geleng kepala….cz pg2 udh Sprint buat ngejar Sholat Ied& q br mulai berjamaah saat takbir k3 d rakaat pertama.( hiks3x )

  4. shiq4 says:

    Klo saya orangnya ontime. Lebih baik nunggu dan datang lebih awal. Selain lebih santai, takutnya ada hal2 kecil yang bisa menganggu. Klo pun ada gangguan nantinya, masih bisa tenang karena punya banyak waktu luang jika datang lebih awal.

  5. Saya juga sama, pinternya kalo kepepet doang, alias waktunya udah mau abis baru dah …., hehehe

  6. jampang says:

    ck…ck…ck….

    nggak jauh beda😀

  7. Jauharry says:

    Yah gak dimana-mana, yang model gini banyak. ahahaha. Tapi disitulah serunya

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s