Pembulli Jomblo

-Kata ‘Pembulli’ ga tau bener tersusun atas huruf seperti itu atau tidak, saya sesuaikan saja dengan pengucapannya secara Indonesia. Pembulli berasal dari kata dasar ‘bulli’ dan diberi awalan kata ‘pe’ jadilah kata berimbuhan ‘pembulli’. Kata ‘bulli’ berasal dari bahasa ‘bully’ yang berarti menggertak, mengganggu. Maka ‘pembulli’ simply called orang yang memiliki hobi membulli orang lain.

-Jomblo adalah istilah yang disematkan pada orang yang tidak memiliki pasangan. (pasangan tersebut bisa berupa pacar yang tidak halal maupun suami/istri yang halal).

-Pembulli Jomblo adalah orang yang hobi membulli para jomblo. Bisa di dunia nyata secara verbal maupun di dunia maya melalui kata-kata secara langsung, melalui meme-meme sindiran, atau juga pamer foto-foto kebersamaan dengan pasangannya.

Fenomena konsisten yang saya temui semenjak membuka lapak jejaring sosial di Twitter dua tahun yang lalu hingga saat ini adalah keberadaan pembulli jomblo. Ternyata fenomena tersebut bukan hanya di Twitter. Fenomena yang sama juga konsisten di jejaring sosial bernama facebook. Informasi ini saya dapat dari kawan-kawan yang aktif di jejaring facebook. Barangkali di dunia jejaring sosial lainnya semacam Instagram, Path, dll juga berlaku hal yang sama. Saya belum menemukan teman yang bisa dijadikan tempat konfirmasi. Namun dari dua jejaring sosial yang populer (Twitter dan Facebook), sudah cukup menjadi alasan bagi saya untuk menulis tentang fenomena pembulli jomblo.

Pembulli jomblo sangat gemar mengatakan ‘nikah, Mblo, cepetan nyusul, Mblo, mangkanya nikah, dan sejenisnya’.

Pertanyaannya adalah apa tujuan mereka membulli jomblo?

Jawabannya ada yang bilang hanya bercanda dan sebagian besar sok pahlawan untuk menyemangati jomblo biar menikah.

Oke, jika tujuannya adalah mulia yaitu menyemangati jomblo agar menikah. Pertanyaan selanjutnya, ditujukan kepada siapa bullian mereka? Wong jomblo kan ga punya pasangan, kok disuruh nikah? Sama siapa?

Oke banget ketika para pembulli jomblo tersebut membulli para orang yang pacaran agar mereka menyegerakan menikah. Artinya para pembulli jomblo ini berusaha menghentikan kemungkaran (kemaksiatan/pacaran) yang tengah berlangsung di masyarakat.

Tapi kan balik lagi. Yang namanya jomblo itu nggak punya pasangan. Dengan siapa dia disuruh menikah? Jangan sok pahlawan deh mau menyemangati orang agar menikah. Alih-alih pembulli jomblo ngaku menyemangati biar jomblo menikah, yang terjadi justru sebaliknya.

Tidakkah pembulli jomblo itu tahu bagaimana perasaan akhwat-akhwat yang telah berusaha memperjuangkan jodohnya? Tidakkah mereka tau bagaimana perjuangan para akhwat menjaga kesucian dalam penantian dan perjuangannya? Tidakkah mereka berempati pada para akhwat yang telah berjuang hingga usia mendekati kepala 4 namun belum menuai hasilnya?

Seorang teman saya, guru, berusia 38 tahun, akhirnya berpacaran agar tak lagi dibulli sebagai jomblo. Padahal sebelumnya, dia adalah seorang akhwat yang berusaha menjaga diri dan hati hingga halal untuk suaminya kelak.

Maka, Sungguh sangat kurang ajar para pembulli jomblo itu. Lebih lagi jika si pembulli jomblo ternyata adalah kader dakwah.

Asal kalian tahu, bagaimana korban sodomi berpotensi melakukan hal yang sama adalah karena jengkel digituin. Akhirnya ia ingin membalas dengan melakukan hal yang sama tapi pada orang lain. Lihat ini. Belum menikah aja sudah mau bulli orang lain.

img_20160926_125910.jpg

Jadi, jangan lagi pembulli jomblo sok bilang kalian ingin menyemangati jomblo agar menikah. Namanya jomblo itu nggak punya pasangan, woy! Kecuali jika kalian menyemangati jomblo menikah dengan menyodorkan calon yang layak/seimbang bagi si jomblo. Fair, kan?

Juga jangan sampai orang berfikir bahwa hidup kalian kurang bahagia sehingga membulli jomblo karena kalian ingin mencari kebahagiaan dengan membulli orang lain.

Semoga capture di bawah ini menjadi menggugah hati pembulli jomblo.

img_20160926_114825.jpg

Tulisan ini juga sekaligus untuk mengingatkan saya, agar esok setelah saya menikah, bisa menjaga perasaan orang lain. Aamin.

Oiya tambahan. Barangkali masih ada yang ngeles. Bulli jomblo bertujuan agar jomblo yang nggak mau menikah jadi mau menikah. Okey. Tapi berapa jumlah jomblo nggak mau nikah yang dimaksud itu? Sedangkan berapa banyak jomblo yang tiap malam menangis di atas sajadah, yang telah memperjuangkan jodoh namun masih diuji kesabaran? Mikir dikit lah brow. 😋

Cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Pembulli Jomblo

  1. annisarah says:

    THIS! Enek banget sumpah sama orang yang baru nikah dengan noraknya posting di social media semua foto kemesraan dengan pasangannya dengan caption bullying semacam itu, He-loooo nikah itu bukan prestasi. Udah milyaran orang di dunia ini nikah, cuma sesuatu yang wajar, lumrah, dan insya Allah terjadi pada tiap manusia. Tapi kalau bisa berkarier cemerlang, meraih S2, lulus cum laude, naik haji-in ortu, dsb…itu baru prestasi. Nikah bukan sesuatu yang W-O-W banget gitu loh untuk dibangga-banggain.

  2. annisarah says:

    Dan mirisnya, bener Mbak, sebagian besar pembully malah temna2 saya yang kader dakwah, yang berproses melalui taaruf. Temen2 saya yg awam, yg menikah melalui proses pacaran, justru kalem kalem aja tuh dan sering bilang ‘Santai aja…nanti juga ada waktunya. Jodoh gak kemana’. Sayang sekali yg gak tarbiyah bisa lebih paham dan bijak😦

  3. Rini says:

    Setuju, menjaga hati juga berarti menjaga hati hati orang lain, menjaga perasaan orang lain, yang mungkin saja perjuangannya menjaga hati dan perasaan jauh lebih berat dibanding kita. Semoga tulisan ini menjadi reminder untuk semua saudara saudari yang sedang menanti sang pujaan hati, bahkan untuk yang hatinya telah berlabuh, lebih menjaga perasaan. Huaaaa komentarnya, banyak sendiri, maafkan ya. Terima kasih telah memberi ruang untuk berkomentar🙂.

  4. Dlm khidupan shari2 jg sering kejadian kyk gni ini kok Mba,,ya emang cuma guyonan aja biar cepet cari pasangan 😀

  5. Bila ada teman belum nikah, rasanya saya kok ga enak nanya, apalagi ngebulli. Sebab, dia juga ikhtiar.

  6. Enje says:

    RT garis unyuuu saya!😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s