Gunung

Dianne, meski sudah bertahun-tahun tinggal di ruang kelas yang sama, setiap hari dia selalu mengintip keluar jendela. Bahkan sehari bisa lebih dari tiga kali. Demi apa? Hanya untuk memandang kegagahan si Slamet dari sudut ruang kelasnya. Slamet yang sama, setiap hari selalu gagah dan terkadang manis berhias awan. Menyenangkan. Menenangkan.

Dianne, entah sudah beberapa gunung dia daki. Termasuk Slamet yang katanya membuat upilnya sangat hitam. Hiyaaa. Sebuah perasaan yang saya bisa mengerti dari yang Dianne rasa. Saya dengannya, pernah dua kali mendaki gunung Sakub di Brebes.

Saya bukanlah pendaki seperti Dianne. Karena nyatanya saya baru lima kali melakukan pendakian. Saya hanya orang yang hobi mbolang nggak jelas dan hunting pengalaman baru. Jiahhh. Tapi saya, sama seperti Dianne yang selalu suka memandang gunung yang gagah. Ada perasaan yang sulit tertuliskan.

Bahkan sebetulnya, postingan ini cuma postingan akibat baper lihat gunung Kelud dan Welirang. Yang selalu terlihat tjakepp setiap kali saya memandangnya dari dalam bus. Dan betapa saya, berharap suatu saat nanti bisa mencapai puncaknya. Aamiin.

Cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Gunung

  1. jejakandi says:

    Pengen mendaki jangan dipendam dan dipikir lama-lama. Itu adalah moto kami saat masih sering mendaki… dulu kala.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s