Memburu Sunset

Hi there! Long time no see. Long time sok-busy. Because everything was going crazy. Ahaha. Saya doakan semoga segenap pembaca yang budiman senantiasa dalam rahmat dan lindungan-Nya. Amin. Tumben banget khan saya baik hati begini? 🙊

Seperti biasa saya akan menuliskan bahwa sebetulnya ada begitu banyak cerita yang saya yakini layak ditulis. Dari yang super geje sampai yang agak-agak mikir gitu. Tapi whatever lah itu, nyatanya waktu tidak bersahabat dengan saya. Saya suka envy pada orang-orang yang berhasil memanajemen waktunya sehingga menelurkan begitu banyak karya. Padahal waktu yang dipunyai khan sama ya? Ya Allah ampunilah hamba. Amin 😣

Baiklah, niat mulia saya pada kesempatan kali ini juga tidak lebih dari sekedar menulis random saja. Haha. Sambil duduk manis di bus Patas Restu menunggu ETA Arjosari. Pemandangan di luar tinggal hitam kelam. Pendar-pendar cahaya lampu rumah penduduk yang menyusup lewat celah-celah jendela tidak berhasil menghadirkan suasana romantis di bola mata saya. Apakah karena saya sedang kecewa? Mungkin. Saya berharap, sore ini bisa menikmati sunset di balik gunung Arjuna dan Welirang yang gagah. Ternyata bus baru keluar terminal Bungurasih lepas adzan magrib berkumandang. Maka tiada jingga yang tersisa untuk saya. Bahkan sketsa tipis si Arjuna dan Welirang pun tak kebagian. Hiks. Jadi, ekspedisi memburu sunset saya kali ini totally fail. Hiks.

Akan tetapi, kelap-kelip lampu rumah-rumah penduduk di lereng Gunung Arjuna dan Welirang sedikit menerangi hati saya. *halah* Pesonanya seperti butir-butir bintang yang ditaburkan di kaki langit. Dan ini hanya bisa saya nikmati di sepanjang jalan tol tadi. Setelahnya, seperti saya tulis di paragraf sebelumnya, kelam dan tidak romantis. Haha. Random banget khan tulisan ini?

Saya juga akan menulis bahwa selama beberapa hari yang lalu saya sok-sokan jadi orang yang sibuk. Padahal aslinya geje. Sampai-sampai lebih dari setengah bulan tidak ngetwit. Bagaimana mau ngetwit? Aplikasi Twitter saya uninstall. Begitu juga aplikasi wordpress, saya uninstall. Ini semacam announcement seolah-olah ada yang merindukan saya tapi tidak mendapati update apapun di akun sosmed saya. Wakakak. *pala lu Dy!*

Oke oke, daripada saya nulis semakin ngelantur macam pejabat negara yang bekerja tidak based on data (PKI, tercatat dalam sejarah: dua kali melakukan makar. Kini PKI mulai muncul, dibiarkan. Sedang aksi damai dipimpin ulama malah dituduh makar yang katanya bersumber dari Google 🙈), saya sudahi saja sampai di sini.

Cheers ^_^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Memburu Sunset

  1. Karina Eman says:

    Jadi judulnya ‘gagal memburu sunset’ neh….😂 hehehe

  2. Karina Eman says:

    Smoga berhasil next time…😊

  3. shiq4 says:

    Saya juga udah uninstall twitter. Soalnya gak punya banyak follower ha ha ha….. Mending main facebook saja. Kayaknya saya nggak jodoh dgn twitter deh.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s