Apakah Sehari Merayakan Valentine Sama dengan Sehari Merayakan Hari Kemerdekaan?

Tanggal 14 Februari umum diperingati sebagai hari Valentine. Orang dari berbagai agama turut merayakan meski hari Valentine ini perayaan milik agama apa. Banyak muslim turut merayakan dan berbagi ucapan selamat. Padahal jelas dalam agama Islam tidak ada yang namanya hari Valentine atau hari kasih sayang.

Sebuah diskusi menarik di salah satu grup yang saya ikuti. Ketika salah seorang menyampaikan tentang larangan mengikuti adat suatu kaum dalam hadits Riwayat Abu Dawud. Secara eksplisit menyampaikan bahwa seorang muslim pantang turut merayakan valentine. Dan muncullah tanggapan dari seorang lainnya, “Hari kemerdekaan bangsa Indonesia dirayakan setiap 17 Agustus. Apakah kita juga hanya merdeka hanya satu hari?”

Begitulah, selalu ada pembelaan untuk sebuah penolakan terhadap ayat al Quran dan hadits Nabi. Sebagai seorang muslim, mestinya selesai perkara jika ia mendasarkan hidup pada Quran dan Sunnah. Tidak akan mengikuti perayaan valentine apalagi sampai membantah Quran dan hadits.

Maka, apakah benar sehari merayakan Valentine analog (sama) dengan sehari merayakan Hari Kemerdekaan?

Bisa kita lihat dari dua sudut pandang.

Pertama. Dari sisi sejarah. Valentine memperingati sejarahnya siapa? Adakah kaitannya dengan bangsa Indonesia dan Kemerdekaan? Adakah sumbangan positif atas terjadinya valentine terhadap kemaslahatan kehidupan? Lantas apanya yang diperingati? Dan atas dasar apa patut dirayakan?

Sedangkan hari kemerdekaan adalah titik awal Bangsa Indonesia menjadi negara yang berdaulat.

Kedua dari sudut pandang cara merayakan.
Memperingati Hari Kemerdekaan secara seremonial dilakukan dengan upacara. Apakah setiap hari mau upacara? Merayakan hari Kemerdekaan adalah dengan mengisi dengan pembangunan, dengan berkarya untuk bangsa. Dan itu mestinya dilakukan setiap hari.

Sementara dalam peringatan hari Valentine setiap tanggal 14 Februari, kita bisa menyaksikan fakta bagaimana implementasi cara mereka yang memperingati valentine adalah dengan perbuatan yang melanggar norma dan hukum. Kita bisa dengan mudah mendapati berita perayaan valentine yang berujung seks bebas. Apakah perbuatan konyol dan destruktif seperti itu mau terus dipelihara?

Masih samakah? Merayakan hari Valentine dengan merayakan kemerdekaan?

Advertisements

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang blogger yang cuma punya sosmed Twitter, tidak punya Facebook, Instagram, Path, dll*
This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

7 Responses to Apakah Sehari Merayakan Valentine Sama dengan Sehari Merayakan Hari Kemerdekaan?

  1. mawi wijna says:

    Hmmm, bagaimana jika hari valentin itu dimaknai seperti ini:

    1.) Sebagai hari pengingat untuk lebih mencurahkan kasih sayang kepada orang lain. Ingat! Kasih sayang tidak selamanya adalah kontak fisik (seks bebas). Bukankah esensi dari kasih sayang adalah perhatian (care)?
    2.) Sebagai hari di mana seseorang memakan coklat dikarenakan harga coklat mahal sehingga tidak bisa disantap setiap hari, hahaha :D. Mirip-mirip seperti Idul Adha di mana makan daging sapi atau kambing setahun sekali. Lebih baik jika membeli produk coklat lokal sehingga turut membantu perekonomian nasional.

    Dari sudut pandangku, hari valentin itu malah mirip seperti hari Ibu, hari Ayah, hari Adik, hari Kakak, hari Om, hari Tante, hari Kakek, hari Nenek (dalam hal kasih sayang) dan hari Idul Adha (dalam hal makan coklat setahun sekali).

    Dari referensi yang aku baca, hari valentin yang identik dengan seks bebas itu ternyata sudah menyimpang dari perayaan awalnya. Silakan baca sejarah asal-usul hari valentin di artikel Wikipedia ini:

    1.) https://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Valentine
    2.) https://en.wikipedia.org/wiki/Valentine%27s_Day

  2. Nur Irawan says:

    kalau menurutku, valentin itu gak penting juga..
    lagian kalau kita islam, seharusnya memang valentin itu tidak boleh dirayakan oleh umat islam.

    “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
    nah, kan gak enak juga kita berdosa, karena menyerupai kaum nasrani maupun kaum atheis, karena perayaan valentin ini juga berhubungan dengan memperingati Santo valentino dan perayaan suku romawi kuno lucerfilia

    sumber referensi dari http://www.peridiri.com/2017/02/larangan-valentin-day-bagi-umat-islam.html

  3. Rini says:

    saya mau vengantin day aja #eh.

  4. winnymarlina says:

    kmaren tgl 14 heboh twitter hahaha

  5. Pingback: Apakah Sehari Merayakan Valentine Sama dengan Sehari Merayakan Hari Kemerdekaan? | DI KARANGANYAR

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s