A Moment to Remember

Judul tulisan kali ini sama persis dengan judul sebuah film Korea yang saya tonton beberapa tahun lalu. Sementara isi tulisan ini nanti, tidak akan ada kaitan apapun dengan itu. Saya memang sedang sangat ingin nonton drama Korea, akan tetapi, waktu sedang sangat tidak bersahabat dengan saya. Entahlah, untuk sebuah kondisi yang mana saya tidak menghasilkan karya apapun, waktu berlalu teramat misterius.

Jumat ini (17/2) saya pulang ke Bojonegoro setelah saya berangkat meninggalkan rumah tanggal 26 Desember tahun lalu. Ini adalah rentang waktu paling lama saya meninggalkan rumah. Apakah ini masuk kategori prestasi atau malah mengenaskan, saya berada di antara itu. Perjalanan menuju Terminal Bungurasih ditemani hujan dan macet. Begitu masuk terminal saya lihat bus Bojonegoro (AC) sudah duduk manis menunggu saya. (?) Tapi sayang, penuh. Saya lalu melihat bus patas jurusan Semarang. Bukan bus Widji yang sedang stand by. Tidak, saya tidak akan naik jika bukan Widji. Alasannya klasik sih. Kalau naik Widji saya cukup membayar 50 ribu rupiah. Sedangkan lainnya berlaku tarif 80 ribu rupiah.

Di koridor terminal itu, tepat di samping saya seorang perempuan berdiri. Sama terpakunya dengan saya ketika mendapati bus sudah penuh. Tatap mata kami bertemu, refleks saling menyapa. Ternyata tujuan kami sama. Dan dia ternyata punya strategi cincai mendapat tempat duduk. Yaitu naik bus dari tempat kedatangan bus. Ide ini tidak pernah terpikir oleh saya sebelumnya. Saya tidak teramat takjub karena saya kuatir bus yang datang tidak ber-AC. Dalam moment tersebut, saya lebih prefer menunggu bus patas Semarang: Widji.

Tetapi setelah saya lihat barisan bus patas Semarang, beberapa bus yang stand by bukanlah bus Widji. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba peruntungan naik bus dari tempat kedatangan.

Normalnya, kami balik lagi melewati jalan yang disediakan. Tapi dasar saya memang malas, apalagi bawa tas segede keponakan, saya menengok lorong yang saya yakin tembus langsung dengan tempat kedatangan bus. Saya lihat ada bekas jalan orang. Saya ajak mbak Fatiyah melintasi lorong yang sangat tidak umum. Kemunculan kami dari lorong sempat membuat Bapak-bapak di dekat situ bengong terkagum-kagum. Haha.

Lalu kami menunggu bus yang teramat lama. Saya tinggal ke kamar mandi. Ketika saya balik, bus belum datang. Sampai adzan magrib berkumandang, bus belum ada kabar. Tiba-tiba saya mules tak tertahankan. Saya pergi ke toilet lagi. Sekalian sholat jamak magrib dan isya. Sebelumnya kami sudah bertukar nomer hp, sehingga saya sudah memesan bangku pada mbak Fatiyah. Ternyata mules itu menuntun saya untuk menunaikan sholat. Ya Allah, betapa saya harus bersyukur. 😥

Tepat selesai sholat, bus datang. Kami naik. Dapat tempat duduk di belakang sopir. Tempat favorit saya. Bus ber-AC. Bus Jurusan Bojonegoro yang ongkosnya cuma 18 ribu dan saya bisa naik ojek lebih dekat jika dibandingkan saya naik bus Jurusan Semarang yang berbeda tempat turunnya. Dan ketika tiba di tempat bus stand by, penumpang sudah sangat banyak dan bus langsung penuh. MasyaAllah. Betapa saya (lagi-lagi) harus bersyukur.

Siapakah yang Maha Mengatur semua secantik ini? Masihkah kita beranggapan semua itu berjalan dengan sendirinya tanpa ‘Sutradara’? Lantas, masihkah perlu alasan untuk membuat pembenaran atas pelanggaran terhadap aturan-aturan yang Ia tetapkan?

Thats why, this moment, really matter to remember. And as I ever said, every journey has it s -specially sweet- story.

Cheers
Dyah Sujiati

Advertisements

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang blogger yang cuma punya sosmed Twitter, tidak punya Facebook, Instagram, Path, dll*
This entry was posted in My Journey. Bookmark the permalink.

2 Responses to A Moment to Remember

  1. ndu.t.yke says:

    Memang klo kita mendahulukan Alloh (dgn mensegerakan dan tak meninggalkan sholat), wes lah bakalan Alloh berikan kemudahan2 yg maknyesss ning ati 🙂

  2. Pingback: A Moment to Remember | DI KARANGANYAR

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s