Mendekat

Mendung bergelayut hampir di segala arah mata angin. Angin dingin sesekali melintasi kamar kost saya. Ketika membuka pintu kamar, berasa sedikit horor. Macam potongan adegan dalam film yang agak-agak seram.

Kabar duka datang dari seberang, dari Pulau Madura. Seseorang yang baru saja beberapa hari lalu pindah ke Jawa Timur (Madura) dari pulau Sulawesi, semalam dikabarkan telah pulang. Beliau asal Trenggalek. Apakah kepindahannya ke Jawa Timur untuk ‘mempermudah’ kepulangannya ke Trenggalek? Wallahu’alam. Hanya Dia yang tahu.

Tiba-tiba, saya baru menyadari, kapan saja, saya bisa menyusul beliau. Kapan pun Ia memanggil saya. Tiada waktu untuk menawar. Saya seperti tertampar. Betapa banyak waktu yang saya sia-siakan dan berlalu begitu saja. Sementara yang menjadi kewajiban saya banyak yang tertunda. Bagaimana jika tiba-tiba Dia memanggil saya? Bagaimana saya bertanggung jawab? Ya Allah, ampunilah saya. 😥

Waktu yang kita punya, tidak lain hanya semakin mendekat pada kematian.

Advertisements

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang blogger yang cuma punya sosmed Twitter, tidak punya Facebook, Instagram, Path, dll*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Mendekat

  1. kang nur says:

    Mati sesuatu yang pasti dan sangat dekat…

  2. darkjasm says:

    Semoga kita semua dicukupkan bekal untuk menyambutnya..

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s