Pelangi di Putuk Truno

“tiga puluh menit kita disinitanpa suara
dan aku resah
harus menunggu lama
kata darimu”

Siapa yang tak kenal dengan rangkaian kata-kata di atas? Kalian yang lahir tahun 1990-an pasti mengenalnya. Lirik lagu “Pelangi di Matamu” dipopulerkan oleh grup band Jamrud di tahun 2000-an. Lirik lagu ini cocok betul menemani penantian kami menunggu sang pelangi muncul di bawah air terjun Putuk Truno yang berada di Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Mengisi akhir pekan dengan kegiatan berwisata alam adalah pilihan yang tepat. Salah satu alternatifnya adalah mengunjungi air terjun yang pada umumnya berapa di balik bukit. Mengunjungi air terjun akan menemukan suasana yang damai, udara yang segar, dan pastinya ada sedikit olahraga untuk menemukan si air terjun. Sehingga berkunjung ke air terjun adalah pilihan yang bijak untuk mengisi akhir pekan, baik bersama keluarga ataupun bersama teman-teman bahkan sendirian.

Waktu itu hari Sabtu. Sebenarnya saya ada acara pukul 11 siang. Namun kejenuhan kelihatannya telah memenuhi ruang hati kawan saya sehingga dia benar-benar butuh mbolang untuk menghilangkan awan kejenuhan yang memenuhi ruang hatinya. #Eaa. Karena keterbatasan waktu yang mengikat saya, kami sepakat untuk membolang yang dekat-dekat saja. Yang penting bisa melegakan hati yang gulana. Akhirnya kami memutuskan untuk berburu air terjun di kaki gunung Arjuna di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan yang bisa ditempuh dalam waktu kurang dari dua jam dengan bermotor dari Surabaya.

Kecamatan Prigen yang merupakan wilayah di kaki gunung Arjuna memiliki topografi khas pegunungan yang tidak rata dan berbukit-bukit. Hal ini kemudian membuat kecamatan Prigen menyimpan banyak air terjun yang menawan. Rata-rata juga sudah dikelola dengan baik. Akses infrastruktur pun memadai dan letaknya juga rata-rata tidak jauh dari jalan raya. Kondisi jalan mulus karena sudah menggunakan aspal hot-mixed. Jadi sangat menggoda untuk mengeksplorasi wilayah ini.

Tepat habis subuh kami berangkat dari Surabaya. Tujuan kami adalah mengunjungi air terjun Putuk Truno. Arah-arahnya mudah. Bila dari Surabaya kami mengikuti petunjuk arah menuju Polsek Prigen. Lalu ada pertigaan, kita ambil belok kiri. Tidak jauh setelah itu sudah bertemu dengan lokasi air terjun Putuk Truno. Kami tiba di lokasi sekitar pukul setengah tujuh kurang dan sudah dibuka. Tempat parkirnya mudah dan juga tersedia toilet yang bersih di sini. Toilet ini sangat membantu kita melepas kelelahan usai perjalanan motor yang panjang.

Saat kami tiba, suasana masih pagi dan kami disambut dengan udara pagi yang sejuk. Matahari baru mulai meninggi dan sinarnya menembus dedaunan membuat suasana menjadi hangat. Kami juga disambut dengan nyanyian burung-burung yang merdu.

Harga tiket air terjun Putuk Truno Rp. 10.000 rupiah per orang dan gratis untuk anak di bawah usia 10 tahun. Sedangkan biaya parkir 2.000 rupiah untuk motor dan 5.000 rupiah untuk mobil. Usai membayar tiket, kami langsung berjalan menuju lokasi air terjun. Kita hanya perlu berjalan kaki tak sampai 10 menit dan jalannya pun sudah di-plester sehingga sangat memanjakan pengunjung. Tak lupa, sambil jalan kami berhenti beberapa kali untuk berswafoto. Setiap latarnya memang indah untuk diabadikan dalam jepretan kamera.

Tiba di lokasi air terjun, matahari belum cukup tinggi untuk memancarkan sinar yang dibiaskan oleh percikan si air terjun Putuk Truno. Kami setia menunggunya walau tidak ditemani oleh band Jamrud yang menyanyikan lagu “Pelangi di Matamu”, hehe. Di lokasi air terjun tersedia banyak bangku yang didesain seperti gazebo, cocok untuk santai sambil mengobrol menikmati segarnya suasana.

Selain kecantikan dan kemudahan aksesnya, pelangi yang muncul di sini merupakan keistimewaan air terjun Putuk Truno. Air terjun dengan ketinggian sekitar 45 meter ini juga menyimpan kisahnya sendiri lho. Dikisahkan asal usul air terjun tersebut adalah kisah cinta antara seorang lelaki biasa yang bernama Joko Taruno dan perempuan berdarah biru Sri Gading Lestari puteri dari Raden Arya Wiraraja, Adipati Madura. Hubungan mereka tidak diretui oleh sang ayah lantaran Joko Taruno bukanlah keturunan raja. Sang ayah Raden Arya Wiraraja menyembunyikan puterinya di sebuah tempat yang bernama Coban Baung (Purwodadi, Pasuruan) dan juga membuat pagar gaib dengan tujuan agar tidak dapat ditemukan oleh Joko Taruno.

Namun, cinta Joko Taruno sangat dalam. Ia tetap bertekat untuk menjadikannya istri dan tidak mempedulikan apapun yang terjadi. Akhirnya Joko Taruno memutuskan untuk bertapa. Di tengah proses bertapa, tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi seekor ular. Dan singkat cerita, doa Joko Taruna dikabulkan. Benteng gaib yang memagari Sri Gading Lestari pun terbuka. Lalu tanpa sepengetahuan sang ayah, Sri Gading Lestari melarikan diri untuk bertemu dengan Joko Taruno. Keduanya bertemu di sebuah air terjun yang kini dikenal dengan nama Air Terjun Putuk Truno. Putuk berarti Ular dan Truno berasal dari Nama Taruno.

Romantis ya kisahnya? Seromantis lagunya Jamrud. Hehe. Tak lama menanti, sang pelangi pun muncul di area air terjun. Kami tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikannya dalam jepretan kamera handphone kami.

Menyaksikan indahnya pelangi di air terjun Putuk Truno serta menikmati perjalanan hingga tiba di lokasi ditambah berbagi cerita dengan kawan akan sukses mengusir kegundahan yang memenuhi ruang hati. Juga akan meninggalkan kenangan tersendiri. Yang pasti, bila kita pergi dengan sahabat (maupun keluarga) akan menambah kedekatan.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. XD XD XD Tapi harus percaya kalau saya seorang blogger yang tidak main sosmed. Twitter off per 4/4/2019, tidak punya Facebook, Instagram, Path, dll.
This entry was posted in My Journey and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Pelangi di Putuk Truno

  1. Dyah Sujiati says:

    Catatan: tulisan ini adalah artikl saya ke-delapan yang ditolak oleh Travelblog.id! wow 🥴🥴🥴

  2. Ibadah Mimpi says:

    Wahh kerenn.. Apa jangan-jangan ada bidadari mandi disana ya?
    Wkwkwk

    Salam kenal dari kami Travel Blogger Ibadah Mimpi

  3. Iza says:

    Waaaaah keren

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.