Children of Nobody

Ya Allah masih baper lantaran usai nonton Children of Nobody. 😭😭🀣🀣

Dan tak lain tak bukan, itulah alasan saya menulis kali ini. Hahaha.

Lagi dan lagi, drama Korea yang usai saya tonton selalu menyuguhkan pelajaran moral yang tak sedikit. Menonton drama korea yang bergenre thriller-misteri macam ini, layaknya membaca novel-novel karya Zaynur Ridwan atau Rizki Ridyasmara. Hehehe.

Oke, sebelum membahas yang lain, salah satu adegan dalam drama ini yang belum pernah saya saksikan pada film dan drama apapun asal negara mana pun adalah gambar di atas. Adengan orang dijejali kertas dan berbentuk bunga seperti itu, wkewkewke. Itu adegan orang mati. Tapi bukannya bikin sedih tapi malah bikin takjud. 😬😬😬😬

Kertas di mulut itu adalah sobekan lembaran dari buku kumpulan puisi yang bagus-bagus. Kok bisa? Penasaran? Hmmm selamat menonton Children of Nobody Β dan siapkan tisu yang banyak yaaa. Huwaaa bikin mewek bombay deh.

Children of Nobody tayang di Korea tahun 2018 dan secara global mengusung tema parenting yang disajikan dalam genre mystery-thriller. Secara spesifik membahas tentang kekerasan dan pelecahan pada anak yang membawa dampak psikologis hingga ia telah tumbuh dewasa. Banyak kasus kekerasan dan pelecehan anak yang diangkat dalam drama ini. Latar tempatnya yang mana selalu terkait dengan setiap kasus adalah pusat konsultasi khusus anak-anak. Dari kasus-kasus itu, ditemukanlah fakta bahwa sebagian besar sumber kekerasan dan pelecehan pada anak-anak adalah oleh orang tua mereka sendiri. Entah orang tua kandung maupun orang tua sambung (tiri).

Pelajaran moralnya cukup banyak, meskipun drama ini berfokus soal parenting saja. Salah satunya yang menarik dan mudah saya tulis di sini adalah ketika tokoh utama menemukan mayat adiknya yang ternyata di perapian rumah mereka selama 30 tahun. Dan kemudian ia mengetahui fakta bahwa penyebab kematian adiknya saat berumur lima tahun adalah orang tua mereka sendiri, ayah kandung dan ibu tirinya. Emosinya membuncah dan membuatnya marah hingga dia merasa sakit seakan tubuhnya terpotong-potong dan kulitnya disobek-sobek. Ingin sekali saat itu dia menghantamkan palu pada ibu tirinya. Namun… dia mampu mengendalikan emosi sehingga tidak melakukan hal yang lebih buruk.

Di balik keberhasilan tokoh utama menemukan mayat adiknya, ada tokoh utama antagonis yang psiko dan hobi membunuh pelaku kekerasan dan pelecehan anak. Pas di episode terakhir saat si antagonis hendak membunuh ibu tiri tersebut, namun justru dia tertangkap basah karena si tokoh utama malah bekerja sama dengan polisi. Wkwkwk.

Kalimat yang sangat baik adalah apa yang dikatakan tokoh utama bahwa dia sangat marah mengetahui perbuatan orang tuanya, namun ketika dia ingin menghakimi orang lain dengan membunuhnya, dia sadar siapa dirinya sehingga punya hak untuk menghakimi orang lain? Dia sendiri adalah manusia yang juga memiliki kesalahan.

Tahukah kalian apa persamaan kebohongan dan kebenaran? Ia adalah sama-sama tinggal dalam persepsi manusia. Kebohongan tidak akan merubah fakta. Kebohongan hanya mempengaruhi persepsi manusia saja. Itulah mengapa saya berfikir betapa Maha Adil-Nya Allah yang menciptakan akhirat untuk mempertangungjawabkan setiap perbuatan manusia yang baligh dan berakal sehat. Untuk sebuah penghakiman yang adil dan impas. Termasuk untuk penghakiman atas kebohongan yang dilakukan oleh manusia terhadap manusia lainnya.

Barang kali karena memang hanya fokus pada satu subtema, drama ini tidak menyajikan penyebab mengapa orang dewasa bisa menjadi pelaku kekerasan dan pelecehan anak. Saya bertanya-tanya, namun apalah gunanya. Karena memang tidak disajikan dalam drama ini, hahaha. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Terakhir, saya nonton Children of Nobody lantaran usai menonton Royal Secret Agent yang salah satu pemainnya adalah Lee Ye Kyung. Dari Oppa Lee inilah saya terbawa pada Children of Nobody. Nah, sumpah deh saya appreciated banget acting artis Korea, tu. Bener-bener mereka totalitas. Di drama RSA, Oppa Lee jadi budak, dan dia nampak budak banget ngga ada wibawanya sama sekali, hadee. Sementara di Children of Nobody dia jadi Letnan polisi. Sumpah dia ganteng dan berkharisma di sini. Keren dah.

Ohya satu lagi, drama ini dibuat dengan nuansa gelap, jarang-jarang berlatar cerah. Jadi jika Anda tidak mengunduh dengan kualitas yang baik, niscaya gambarnya tidak akan jelas. πŸ˜€

Cheers,
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. XD XD XD Tapi harus percaya kalau saya seorang blogger yang tidak main sosmed. Twitter off per 4/4/2019, tidak punya Facebook, Instagram, Path, dll.
This entry was posted in Others and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Children of Nobody

  1. Andika says:

    Setuju banget sama quotes ini πŸ‘‰ Tahukah kalian apa persamaan kebohongan dan kebenaran? Ia adalah sama-sama tinggal dalam persepsi manusia. Kebohongan tidak akan merubah fakta.Β 

    πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

  2. Andika says:

    Setuju banget sama quotes ini πŸ‘‰ Tahukah kalian apa persamaan kebohongan dan kebenaran? Ia adalah sama-sama tinggal dalam persepsi manusia. Kebohongan tidak akan merubah fakta.Β 

    πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

  3. Andika says:

    Balik lagi. Cuma mau bilang aku suka banget kalimat ini >>> Untuk sebuah penghakiman yang adil dan impas. Termasuk untuk penghakiman atas kebohongan yang dilakukan oleh manusia terhadap manusia lainnya.

  4. Pingback: Masih Baper | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.