Category Archives: Kontemplasi

Cerita di Hari Lebaran

Adalah “kemerdekaan”, kata yang menurut saya paling tepat menggambarkan kondisi seseorang yang terbebas dari hal yang dianggap menyiksa diri. Kemerdekaan bisa bermakna positif bila itu berati terbebas dari sebuah penjajahan. Bagaimana jika  sesuatu yang dianggap menyiksa diri sebenarnya justru sesuatu … Continue reading

Posted in Kontemplasi | 1 Comment

Confessions

Salah satu potongan adengan dalam Drakor yang berjudul “Confessions” di atas adalah satu dari sekian banyak adegan-adegan mengesankan dalam drakor tersebut. Kenapa saya bilang mengesankan? Sebab detailnya yang diambil dari sudut yang sangat presisi. Misal adegan di atas, saya suka … Continue reading

Posted in Kontemplasi | 1 Comment

Antara Agama dan “Tell Me What You Saw”

Tidak perlu bertanya-tanya tentang kaitan dua frase di atas dan tak perlu terkaget-kaget karena terang-benderang patut dapat diduga bahwa saya usai nonton drama Korea, wakakak. Bukan dalam rangka mencari pembenaran akan perbuatan nge-drak yang saya lakukan. Namun, bagi saya, nonton drama … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 2 Comments

Bingung Ngasih Judul

Beropini tanpa data ibarat berperang tanpa senjata. Mangkanya saya lebih suka tjurhat saja. *lho(?) Saya sendiri suka mengamati. Lalu berasumsi. Lalu berimajinasi liar. Lalu pusing sendiri. Wakakak. Diakui atau tidak, sosial media telah mempengaruhi dunia nyata. Contoh yang bisa saya … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 6 Comments

Perspekstif yang Relatif

Waktu, terus melaju dengan kecepatan konstan dan dengan rasa relatif bergantung pada perspektif pelaku yang memandang karena apa yang dirasa. Nafas dan usia masih bersama, bersatu dengan raga dan jiwa. Hidup ini rumit jika dilihat dari sisi yang rumit. Namun … Continue reading

Posted in Kontemplasi | 1 Comment

Yang Penting Hatinya Dijilbabin!

Pernah denger kalimat di atas? Atau yang senada? Saya sering. Baik dengar maupun baca. Padahal gimana coba ya caranya memakai jilbab di hati? Cobalah berkendara motor di jalan raya tanpa pakai helm. Kalau ketemu pak polisi jawablah: “yang penting hati … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | 3 Comments

Di Mana Nyambungnya?

Bismillahirrahmanirrahim. Sedikit renungan sebelum tidur. Terutama untuk diri sendiri. *note to my self* Katanya berharap dicintai Allah? Tapi berani membelakangi Al Qur’an dan melanggar perintah Allah? *di mana nyambungnya?* Katanya pengen dirahmati Allah? Tapi dengan bangga melakukan kemaksiatan? (ex: pacaran … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 5 Comments

Straight Pride!

Beberapa hari terakhir, di Amerika sono lagi heboh soal pelegalan Kawin Sesama Jenis. Tidak semua setuju lho. Banyak yang waras dan menentang hal tersebut. Coba mampir ke sini. Dan seperti biasa, di Indonesia juga ikut latah ikutan euforia sehingga cukup … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , | 5 Comments

Bukan Aku Yang Akan Meninggalkanmu. Paham?

….. lantas kamu meninggalkan aku, aku gak papa…
Bukan aku yang akan pergi meninggalkanmu.
Paham? Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 2 Comments

Membicarakan Orang Mati

Ya mangkanya Bro, kalau muslim mah enak, nggak usah bingung dan galau Bro. Tinggal pakai Al Qur’an. Beres. Jadi nggak usah bingung sama orang yang ngejudge kamu sebagai tukang ngejudge. 🙂 Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | 7 Comments

Forbid Who Forbid

Suppose there is anyone pierce the ship, just being a good passengers will save the ship? Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | Leave a comment

Keep On Moving Forward

Of course, everything happen not without reasons. All my aim, all I purpose, and all I pursue, they are puzzle pieces of life. So you are. Isn’t it? Continue reading

Posted in Kontemplasi | 1 Comment

Idealisme Pudar?

Sekali lagi, tugas rakyat yang waras adalah bersuara! Lewat media apa pun! Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 2 Comments

PNS dan Penjual Koran

Pekerjaan ringan dan gaji pasti tiap bulan. Pada umumnya demikian yang dibayangkan orang ketika mendengar pekerjaan sebagai PNS. Ada benarnya, sebagian PNS hidup seperti itu. Namun ada juga pekerjaan PNS yang tidak ringan sebagaimana dibayangkan orang kebanyakan. Sebab ada PNS … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 7 Comments

Takut?

Hari-hari ini saya sering merasa sedih. Entah bagaimana saya menjelaskan perasaan saya. Saya seperti melihat paradoks orang-orang dalam bersikap. Saya melihat banyak muslim yang enggan bernahi mungkar. Mereka rajin shalat, puasa sunah, bahkan mengaji al Qur’an setiap hari. Namun begitu … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 2 Comments

Pemblokiran Situs Islam

Pada tanggal 30 Maret 2015 tercatat sebuah tragedi di negara mayoritas muslim yang berasaskan Pancasila. Pada hari itu 19 situs islam diblokir oleh pemerintah tanpa sebab yang jelas. Hanya dengan tuduhan “radikal” yang entah bagaimana membuktikannya. Blokir dulu baru mikir. … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 6 Comments

Antara Kebohongan dan Inkonstitusional

Beberapa saat yang lalu saya mem-publish status di Twitter. Rencananya dari kemarin sih. Tapi kemarin pas mau publish malah signal hilang. Hadeuh. Dan baru sempat mem-publish barusan. Twit-twit saya itu terilhami dari penjelasan Pak Sani (anggota DPRD) terkait kisruh APBD … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | 3 Comments

Twit Random

Karena saya kurang kerjaan, (padahal maksudnya justru saya sedang banyak pekerjaan yang itu jelas berarti banyak tagihan), jadilah saya main Twitter. Banyak kerjaan itu membuat saya sedikit labil. Sehingga omelan saya jadi mudah disulut. Haha. Saya berkeyakinan bahwa ‘penampakan’ dunia … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | Leave a comment

Menebar Kebaikan

Selama ini kita lebih sering mendengar petuah tentang kebaikan dan ajakan melakukannya daripada mendengar petuah akan keburukan sesuatu (kemungkaran) dan larangan melakukannya. Dan hampir tidak pernah dengar adalah ajakan melarang terjadinya kemungkaran. Padahal jika muslim, kita diperintahkan untuk amar makruf … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , , | 2 Comments

Jilbab Independen

Kapan hari pernah ada kejadian. Seorang perempuan memakai rok mini membeli bakso. Lalu entah bagaimana, saat pramusaji menghadirkan bakso pesanannya malah tumpah menumpahi paha si perempuan ber-rok mini. Kepanasan dan sakit kan? 😀 Ketika saya ditanya kenapa saya berjilbab, sejujurnya … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | 4 Comments

Selfie Dan Penyakit Jiwa

Disarikan dari kultwit beberapa waktu lalu. Setelah masa kejayaan saya yang mana tiap kultwit dichirp oleh dua orang kurator, tibalah saatnya saya kultwit dan tidak dichirp. Huahaha. XD Berikut kopas-nya. 1. Bismillah. Lanjut kultwit masih dalam kerangka '2+2=5'. Kali tentang #selfie … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 2 Comments

Waspada Pencitraan

Kopas dari kultwit saya kemarin. 🙂 Sudah dichirp oleh kurator ternama di Twitland @M4ngU5il ☞ http://chirpstory.com/li/250667 🙂 Dan dichirp juga oleh @Kang_Galih_PM J ☞ http://chirpstory.com/li/250672 🙂 Biar tidak perlu nge-klik lagi, saya kopasin saja ya twit-twit yang dichirp tersebut. *mumpung … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | 7 Comments

2+2=5 (chirpstory)

Lho kok bisa?! Iya, bisa ternyata. Penjelasannya ada di: http://chirpstory.com/li/250493 Hehehe. Sekalian curhat ah. 😀 Tiga hari berturut-turut saya menulis status berseri di Twitter atau yang dikenal dengan istilah kultwit. Dan ternyata, kultwit itu diChrip oleh dua orang kurator ternama … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | 2 Comments

Rinai

Hari ini bercampur banyak rasa di dadaku. Membuatnya jadi terasa sesak. Hari ini, ada hal-hal yang membuatku merasa kelu. Rasa yang telah lama menghilang, tiba-tiba saja hadir kembali. Belum lagi, hal-hal yang kulihat dan mengoyak batinku. Lelaki pangemis dengan pakaiannya … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , | 5 Comments

Untuk Kamu

Iya kamuuu! *eh apa an sih? XD Untuk kamu dan kamu yang siang ini wajahmu menghiasi ruang imajinerku. Karena kamu, sejatinya pernah hidup di masa laluku. Kamu, yang karena orang sepertimu, membuatku merasa ada. Membuatku merasa jadi manusia. Kamu, yang … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 4 Comments

Litle Bit

Beberapa menit lalu, langit tempat desa saya bernaung berwarna biru sebiru-birunya. Tiba-tiba beberapa menit kemudian, butiran hujan datang menyerbu. Langit tak lagi berwarna biru. Saya pun lari gedebukan menyelamatkan cucian yang sudah kering. Rasanya, segala sesuatu cepat sekali berubah. Waktu … Continue reading

Posted in Kontemplasi | 2 Comments

Kopas Komen

Dari pada blog saya kosong melompong, maka akan saya isi dengan komen saya pada tulisan pak iwan. Hehe. Nggak kreatif banget yak? Duh! Semoga semangat saya segera pulih dan saya bisa menulis lagi. Aamin! Ini dia hasil kopi paste-an-nya (?): … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | 5 Comments

Akankah Pertamina Bernasib Sama dengan Indosat atau Semen Indonesia?

Oh God, apa yang akan terjadi dengan Pertamina? Mengapa Dwi Sucipto (DS) yang dijadikan Dirut Pertamina? Apa korelasinya dengan kenaikan BBM Premium baru-baru ini? DS dijadikan Dirut Pertamina u/ menjerat Pertamina dgn serangkaian Global Bond (Surat Utang Global) dan IPO. … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 6 Comments

Agama Adalah Hakim

Saya tergoda untuk menulis ini sebagai feedback dari tulisan seseorang dengan judul yang sama Agama Adalah Hakim. Tulisannya sangat menggoda untuk didiskusikan. Sebagaimana yang penulis bilang, “Diskusi-diskusi dengan teman selalu menghasilkan banyak pemahaman baru yang menarik.“ Saya InsyaAllah memahami maksud … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 9 Comments

Chirpstory by @dyahsuji [Serba-Serbi]

* Waspada Berita dan Jati-hati Menyebarnya Adalah Bagian #SupportGaza by @DyahSuji * Dua Persepsi Yang Harus Diluruskan Terkait Gaza by @dyahsuji * Mengkritisi Sedekah Pada Pengemis by: @DyahSuji, * Saring Sebelum Sharing & Sikap Anti Kritik by: @DyahSuji, * Pilkada … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | Leave a comment

Bagai Kayu Yang Diamplas

Di dunia ini, sebagian hal tercipta adalah berpasangan. Sebagaimana ada siang tentu ada malam. Ada hujan ada kemarau. Ada ‘Winter’ ada ‘spring’. Hehe. Ada polos ada berwarna. Ada baik ada buruk. Begitulah, karena itu fitrah. Di dunia ini, dari awal … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 3 Comments

Nasihat Terindah

Nasihat terindah itu tentang kematian. Mati itu pasti. Akan tetapi, kita tak pernah tau kapan diri ini sampai padanya. Maka kita hanya bisa siapkan yang terbaik saja. Tepati janji, lunasi hutang, dan minta maaf atas kesalahan adalah salah satu langkah … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 5 Comments

(Bukan) Bantahan Atas Penyikapan Terhadap Quraish Shihab

Bismillah. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Dia lah yang memberi petunjuk kepada Yang DikehendakiNya dan Dia pula yang menyesatkan Yang DikehendakiNya. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tiada satu orang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barang … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 13 Comments

Dampak Psikologis Pilpres yang Tak Terlirik

9 Juli telah berlalu. Momen pesta demokrasi telah kita rayakan. Meski menurut saya itu ironi sebab demokrasi hanya terrayakan dalam sekali coblos. Namun meski acara pencoblosan telah selesai, rangkaian acara pilpres ini belum berakhir hingga KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 8 Comments

Mantap Memilihnya

Kalaulah Anda sedang dalam posisi di antara dua pilihan atau bahkan lebih, saya yakin Anda akan galau. Dan ketika Anda sudah membuat keputusan untuk memilih satu di antaranya, saya yakin Anda lega meski bisa jadi kegalauan belum sirna sepenuhnya. Begitu … Continue reading

Posted in Kontemplasi, Others | Tagged | 7 Comments

Masih Pantaskah?

Siang tadi, saya sedang di rumah kakak berdua dengan keponakan. Tiba-tiba ada salam terdengar. Ternyata adalah seorang ibu paruh baya yang meminta derma. Dia masih terlihat sehat dan kuat. Dan seperti biasa, kami tidak akan sedekah pada si ibu. Kami … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , , , , , | 10 Comments

Sepertinya Sama

Mungkin karena kemarin di bus kepala saya kesikut orang yang mau turun hingga menyebabkan mata saya berkunang-kunang, hal itu turut memperjelas gejala kesenewenan saya. Jadi daripada tanda-tanda itu semakin menghantui, saya rasa lebih bijak jika saya muntahkan saja. Saya tak … Continue reading

Posted in Kontemplasi | 4 Comments

Doa Yang Tertolak

Pada saat tertentu, misal sedang tidak ada yang perlu dikerjakan, pikiran saya kadang suka mengembara entah ke mana. Kadang bisa teringat pada kejadian yang telah lalu. Atau kadang bisa terpikir pada hal lain. Atau kalau sedang baik hati, saya malah … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , | 6 Comments

Dalam Perjalanan

Tak diduga, seorang penumpang lain yang duduk di kursi depan tiba-tiba berujar, “Ya sudah Bu. Dua ribunya saja tak apa, nanti sisanya biar saya tambahin.” Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , | 5 Comments

Belajar

Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain. Belajar adalah menambah dan mengumpulkan … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , | 9 Comments

Asal -,-!

Setiap pagi, di lingkungan tempat tinggal saya ada sebuah mushola yang selalu mengeraskan suara radio bersiaran ‘pengajian’ dari sebuah pesantren. Pesantren itu cukup terkenal dan memiliki kyai yang cukup kondang. Banyak orang suka dan cukup ‘patuh’ pada pak Kyai. Pengajian … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , | 3 Comments

Pantas

Pada zaman dahulu di sebuah negeri yang dikenal sebagai Bla Bla Bla hiduplah seorang lelaki/wanita yang bernama Blu Blu Blu. Negeri Bla Bla Bla dikenal sebagai negeri yang sejahtera dan rakyatnya hidup dengan aman dan damai. Negeri Bla Bla Bla … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , , | 1 Comment

Harus Sabar dan Tawadhu

Setiap orang memiliki sudut pandang, hobi, dan selera masing-masing. Saya paham soal itu. Paham sekali. Namun terkadang ada orang-orang tertentu yang memiliki hobi, sudut pandang, serta selera yang amat sangat aneh menurut saya. Ini soal musik. Ada satu jenis musik … Continue reading

Posted in Kontemplasi | 6 Comments

Ibu Macam Apa!?

Kemarin malam selepas Magrib, saya sejenak ingin memoton film hantu di trans tv. Sebenarnya film-film macam itu sangat tidak bermutu sih. Tapi entah kenapa saya dan kebanyakan orang menyukainya. Haha. Dan ternyata film hantunya sudah bubar dan berganti film hikmah. … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 3 Comments

Masih Kanak-Kanak

Masa kanak-kanak adalah masa di mana seorang manusia belajar karena belum mengerti. Sikap yang dilakukannya masih jauh dari kata tepat, dan oleh karena itulah dia belajar. Anak-anak juga masih jauh dari kata mandiri. Sehingga saat dia membutuhkan apa pun, terutama … Continue reading

Posted in Kontemplasi | 6 Comments

Betapa

Fenomena nenek tua atau ibu hamil atau ibu menggendong bayi yang berdiri di bis sementara banyak lelaki muda sehat wal afiat duduk manis  adalah hal yang sangat biaya. Fenomena orang-orang kaya berumah gedong bermobil  SUV yang membuang sampah di jalan … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | 1 Comment

Tujuhbelasan

Dua pekan yang lalu bangsa besar kaya raya namun menderita memperingati hari kemerdekaannya. Peringatan yang tak sekedar diperingati namun juga dirayakan. Di tempat saya tinggal, umumnya orang menyebutnya sebagai ‘tujuhbelasan’. Tujuhbelasan tak hanya dilakukan dalam bentuk upacara pengibaran dan penurunan … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged , | Leave a comment

Es Krim Rasa Coklat, Jauh Lebih Nikmat!

Ini adalah cerita beberapa hari yang lalu namun baru ingat dan sempat untuk menulisnya. Waktu itu saya, Dina, Mbak Ilma, dan Mbak Fenti pergi bersama. Kalau tidak salah, hari itu tanggal 14 Februari. Jadi banyak sekali iklan coklat bermunculan di … Continue reading

Posted in Kontemplasi | Tagged | 17 Comments