Numpang

https://lh3.googleusercontent.com/-uboxYAH5x6s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/jad70aueGF4/photo.jpg Sedikit berbagi tentang masalah kudeta di Syiria 

Pada awalnya aku juga berpikir kudeta itu bisa saja apabila pemerintah dzolim tapi setelah tahu pesan dari sodara kita Syiria aku jadi paham kenapa ulama melarangnya 
Dari suriah, Kita belajar bahwa:
1. Revolusi ataupun apalah namanya, disebabkan karena pemimpinnya dholim adalah salah. karena bukan revolusi yg didapat, Justru malah darah. hal serupa terjadi di Libya, sebelumnya Al jazair. juga di yaman, mesir, dll.
2. Bahwa semangat merubah tanpa didasari ilmu, akan menyebabkan kerusakan. seperti yg terjadi dinegara2 diatas.
3. Bahwa sabar terhadap kedholiman jauh2 lebih besar manfaat dari pada melawan pemerintah dholim, ketika dilawan justru malah menambah kedholimannya.
Di suriah, ana dengar dari orang yg ke sana langsung sebagai relawan.
dulu 2011, Sebenarnya kata dia awal konfliknya disebabkan karena beberapa anak muda di sana yang tidak sabar dengan Basyar Asad, Mereka mengejek-ngejek Basyar dengan menulis ditembok-tembok.
Akhirnya mereka yg ngejek-ngejek tadi di sidang dan diambil lalu disiksa. dicabut kuku-kukunya.
Wali murid pada protes.
ternyata masalah tadi membesar. menjadi demo yg besar.
namun, basyar malah membunuh para pendemo.
masalah semakin besar.
Ulama-Ulama besar Arab Saudi masih terus melarang agar jangan sampai melawan lagi dan sudahi masalahnya.
NAMUN, beberapa dai yg bermodalkan semangat, malah Justru menfatwakan untuk terus melawan.
bahkan dari luar suriah terus berdatangan untuk membantu.
korban terus jatuh dan jatuh.
Basyar sudah mulai kalah.
Tapi dia malah minta bantuan rusia dan sekutunya.
keadaan berbalik. dan terus berbalik. hingga di Aleppo hari ini.

setelah konflik tak lagi bisa dikendalikan:
SIAPAKAH YANG MEMBANTU WARGA SURIAH ?  
Apakah para dai yang menfatwakan untuk melawan pemerintah Basyar ? BUKAN, Mereka hanya berteriak-teriak SAJA agar kaum muslimin jangan tinggal diam, tidak cukup dengan doa, harus turun langsung. 
🚍 Para dai penyeru revolusi 🚍
Mereka mengatakan : marahlah kalian (kpd pemerintah)

Ketika rakyat sdh bergejolak kemarahannya

Mereka (dai penyeru revolusi) mengatakan ‘ keluarlah kalian !! ( untuk membrontak kpd pemerintah)

Ketika rakyat sdh keluar

Mereka (dai penyeru revolusi) mengatakan ‘berjuanglah sampe mati !!

Ketika sdh banyak yg terbunuh 

Mereka mengatkan ‘mana negara2 arab?”..( kok mereka ga menolong kami)
http://tukpencarialhaq.com/2016/12/14/para-provokator-revolusi-bersenang-senang-di-atas-banjir-darah-di-suriah/
YANG BANTU adalah Negara yg dulu melarang agar jangan sampai melawan Basyar. cukup sabar saja. supaya konflik segera selesai.
Tapi, ibarat bubur. Kita tak bisa menyalahkan siapa2.

karena kondisi Fitnah yg tak lagi terkendali di sana.
Mereka menyerah juga akan ditembak. dan mati.

kalau melawan juga akan ditembak dan mati.
Maka, kita berdoa:

1. Agar mereka nanti dirahmati arwahnya.

2. Mereka bisa menuntut darah mereka di akherat.
TIDAK perlu saling menyalahkan, tapi kita ambil IBROH, jika nanti di Indonesia ada gejala2 muncul seperti di suriah kita bisa mencegah

Kenapa kita kalau pergi ke suriah hanya buang nyawa?
ya, kita ke sana mau pakai senjata apa? 
Di sana kita tidak tahu siapa lawan dan kawan?
Di sana sudah dijaga diperbatasan?
Kita tak da komando dan musuh yg jelas. kenapa? masyarak suriah yg tertangkap juga disuruh ikut perang sama Basyar. tak jelas mana lawan dan kawan? 
belum lagi kekuatan musuh yg sangat besar dan sangat rapi.

dan yg paling penting, di Mata orang barat, sekejam apapun Basyar kepada rakyatnya: DIA TIDAK SALAH. 
Ya dimata kita dia adalah iblis yg hidup.
kenapa dimata mereka dia tidak salah?

karena Persident Resminya Basyar.
Sebagian rakyatnya memberontak.

Secara peraturan international pemberontak harus dibasmi. 
maknanya Saudi dan turki dkk tidak bisa langsung melawan Basyar. karena peraturan international seperti itu.

Yg mereka lakukan hanya negoisasi.
beda dengan yaman.
Mereka langsung turun membantu. karena pemerintah resminya yg minta bantuan.
Wallhu a’lam.
(Dari fb : Ahmad Rojali dgn sedikit tambahan)