Update Media Umat

*TINDAK LANJUT* Musyawarah Para Pengurus Provinsi
* Senin, 26/9/2016.

* Di Grup Pengurus Provinsi #MediaUmat

* Tindak lanjut atas Musyawarah Para Pengurus Provinsi tanggal 21/9/2016.
Tema:
1. Mekanisme pendaftaran Pendiri dan Anggota Koperasi sebelum pendirian kelembagaan, termasuk penghimpunan dana untuk modal awal koperasi.

2. Form “Pernyataan Kesediaan Menjadi Pendiri dan/atau Anggota Koperasi”.
Kesimpulan:
1. Telah disepakati sebelumnya dalam Musyawarah Antar Pengurus Provinsi (20/9/2016) bahwa besaran nilai Simpanan Pokok (SP) & Simpanan Wajib (SW) sbb:

*SP = Rp 200.00,-*

*SW = Rp 30.000,-*
SP dibayar sekali selama menjadi anggota koperasi.

SW dibayar per bulan, bisa dibayar sekaligus setahun.
2. Syarat untuk koperasi primer nasional, modal awal minimal adalah *Rp 375 Juta* _(catatan: masih perlu dicek oleh Panitia Pendirian Koperasi)_.
3. Modal awal tsb coba dihimpun dari para calon pendiri koperasi dan calon anggota koperasi.
3a. Calon Pendiri Koperasi adalah mereka yg telah menyatakan kesediaannya untuk HADIR dalam Rapat Pendirian Koperasi, dan telah membayar SP & SW. Pendiri koperasi tercatat di notariat. Sebelumnya, tempat pendirian koperasi telah disepakati di Surabaya.
3b. Calon Anggota Koperasi adalah mereka yang telah menyatakan dukungan terhadap gerakan #MediaUmat, dan bersedia masuk dalam grup WA #MediaUmat berdasarkan provinsinya masing2, kemudian telah membayar SP & SW melalui pengurus provinsi. (catatan: bila provinsi belum terbentuk kepengurusan, tidak bisa mengakomodir poin 3a dan 3b).

Harapan kita … saat didirikan, jumlah anggota koperasi sudah banyak dan tercatat di buku koperasi.
Penghimpunan dana seperti pada poin 3b itu diperbolehkan, selama masih di grup yg sudah mendukung, bukan ke publik yg sifatnya seperti penggalangan dana. Mengajak orang dan galang dana (untuk kegiatan usaha) itu hanya boleh dilakukan oleh lembaga keuangan dan koperasi. 
Yang sekarang kita lakukan adalah mengumpulkan sekumpulan orang untuk mendirikan koperasi. Dalam grup2 seluruh propinsi bisa saja sudah banyak yg mau menjadi anggota koperasi, itu artinya mereka sudah masuk “sekumpulan orang” yg memiliki tujuan dan kepentingan ekonomi yg sama.

Nanti jika koperasi sudah sah berdiri, baru diperbolehkan publikasi mengajak orang di luar bergabung menjadi anggota koperasi dan kegiatan penggalangan dana (SP, SW, SS). 
4. Terkait poin 3, form yang telah dibagikan sebelumnya direvisi bersama, agar poin 3a dan 3b bisa dalam satu form. Form yang berlaku akan dikirim via email ke ketua pengurus provinsi, untuk diedit pada bagian catatan terkait dg nama pengurus dan nomor rekening yg digunakan.
Catatan: Bagi yg telah mendaftar sbg pendiri koperasi dg menggunakan form sebelumnya, mohon kerelaannya untuk mengisi ulang kembali menggunakan form yg baru, agar seragam.
5. Peserta musyawarah menyepakati bahwa mekanisme penghimpunan dana sbb:
5a. Masing2 Ketua Pengurus Provinsi melakukan sosialisasi, menyebarkan dan mengoleksi kembali form “Pernyataan Kesediaan Menjadi Pendiri dan/atau Anggota Koperasi”.
5b. Untuk sementara uang calon pendiri ditampung dulu oleh bendahara masing2 pengurus. Disarankan menggunakan rekening bersama (misal atas nama Ketua & Bendahara).
5c. Calon pendiri dan/atau anggota koperasi menyerahkan kembali formulir melalui email ke Ketua dan Bendahara pengurus, dengan melampirkan fotokopi/scan KTP, 2 lembar foto 3×4 dan 2×3, fotokopi/scan bukti transfer setoran pertama.
5d. Setelah PANITIA PENDIRIAN KOPERASI terbentuk, uang dari masing2 bendahara pengurus daerah wajib disetor ke Bendahara Panitia Pendirian Koperasi. Batas waktunya akan ditentukan oleh Panitia Pendirian.
5e. Format tabel rekapitulasi adalah seragam untuk masing2 provinsi, agar catatannya sesuai saat rekapitulasi oleh pusat (bendahara sementara, setelah koperasi nasional terbentuk). Format tabel yang digunakan akan dikirim via email ke masing2 ketua pengurus provinsi.
Sekian.